10 Menit Lebih Dekat Dengan Tokoh Sanusi Pane

Diposting pada 150 views
Ilmu Pengetahuan ( Event Zero Indonesia ) Mungkin banyak yang masih belum mengenali Sanusi Pane. Sebab untuk anak-anak muda jaman sekarang pasti sudah tergerus oleh jaman sehingga, orang-orang memiliki peran dan pengaruh yang sangat positif untuk Negara khususnya dalam bidang sastra ini tidaklah begitu dikenal. 

Artikel ini akan sedikit memberikan pengetahuan kepada kita dan juga memberikan inspirasi-inspirasi kepada kita dalam menulis sebuah karya yang bernilai seni yang tinggi. Sanusi Pane merupakan salah satu Tokoh Drama maupun Kesusastraan yang memiliki segudang karya tulis. Sanusi Pane diketahui dilahirkan di Muara Sipongi, Tapanuli, Sumatera Uatara pada tanggal 14 November 1905. 

Beliau memiliki riwayat pendidikan formal di HIS dan EIS di Padang Sidempuan, Tanjungbalai, Sibolga, Sumatera Utara. Kemudia setelah itu beliau melanjutkan kembali pendidikannya ke MULO di Padang dan Jakarta, kala itu tamat pada tahun 1922.

Setelah tamat dari Kweekschool Gunung Sahari pada tahun 1925, beliau diminta untuk mengajar di sekolah itu dan kemudian di pindahkan ke Lembang, Bandung dan jadi HIK. Lalu setelah itu beliau diberikan kesempatan mengikuti kulia Othnologi di Rechtshogeschool


Semasa ia menjalani hidupnya, beliau mengunjungi India, ketika dari sana beliau berkarir dalam suatu redaksi majalah Timbul, ketika itu dalam bahasa Belanda, kemudian memakai lampiran Indonesia. 
10 Menit Lebih Dekat Dengan Tokoh Sanusi Pane

Saat itu beliau banyak menulis karangan-karangan kesusasteraan, politik, filsafat dank ala itu sambil bekerja juga sebagai guru. Hingga pada tahun 1934, ia dipecat sebagai guru karena keanggotaanya dalam PNI. Kemudian setelah itu ia tidak menjadi frustasi bahkan beliau menjadi pemimpin sekolah-sekolah Perguruan Rakyat di Bandung dan kemudian menjadi Guru kembali di sekolah menegah Perguruan Rakyat di Jakarta.setelah itu pada tahun 1936, beliau menjadi pemimpin surat kabar Tionghoa-Melayu Kebangunan di Jakarta dan pada 1941, beliau menjadi redaktur Balai Pustaka.

Dalam karya tulisan Sanusi Pane memberikan suatu ciri zaman Indonesia purba dan ke arah nirwana kebudayaan Hindu. Dalam riwayat perkembangan filsafat hidupnya sampai ke pembahasan hingga wilayah Timur dan Barat, akhirat dan dunia, persatuan rohani dan jasmani, idealisme dan materialisme dari hal tersebut beliau menulis drama yang berjudul Manusia Baru. 


Dari banyak sumber diketahui bahwa dalam hidupnya Sanusi Pane telah banyak berkarya dengan tulisannya yang menciptakan karangan-karangan yang dituangkannya dalam buku-buku, seperti yang berjudul Pancaran Cinta dan Prosa Berirama pada tahun 1926, Puspa Mega dan Kumpulan Sajak pada tahun 1927, dan Airlangga drama dalam bahasa Belanda, pada tahun 1928 serta banyak judul lainnya yang dihasilkan dari tangan dingin seorang Sanusi Pane.

Demikianlah artikel ini dibuat semoga dapat membantu dan bermanfaat bagi anda tentang tokoh berbakat Sanusi Pane di Indonesia ini.

Salam GENUS (Generasi Penerus)

Loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.