Akibat Gaya Adhesi Dan Kohesi, Serta Perbedaan Keduanya

Diposting pada 1.354 views

Dalam suatu partikel zat, pasti terdapat gaya tarik menarik antar partikel. Gaya tarik menarik ini dibagi menjadi dua, yaitu Gaya Adhesi dan Kohesi.

Adhesi adalah gaya tarik menarik antar partikel yang tak sejenis. Adhesi akan menyebabkan dua zat saling melekat saat dicampurkan. Contoh bercampurnya teh dengan air, melekatnya tinta pada permukaan kertas.

Sedangkan kohesi adalah gaya tarik menarik antarpartikel sejenis. Kohesi sangat dipengaruhi oleh jarak dan kerapatan antar partikel zat.

Dengan begitu, gaya kohesi zat padat akan lebih besar jika dibandingkan dengan kohesi zat gas atau cair. Gaya kohesi menyebabkan dua zat tidak saling mengikat. Contoh tidak bercampurnya minyak dan air.

Akibat Gaya Adhesi Dan Kohesi, Serta Perbedaan Keduanya
Akibat Gaya Adhesi Dan Kohesi, Serta Perbedaan Keduanya

Akibat Gaya Adhesi Dan Kohesi, Serta Perbedaan Keduanya

Akibat adanya gaya adhesi dan kohesi ini, muncullah beberapa peristiwa dalam ilmu fisika, diantaranya.

Meniskus cembung dan Meniskus cekung

Gaya adhesi dan kohesi zat cair dapat dilihat ketika zat cair tersebut dimasukkan ke dalam wadah (tabung kecil lebih baik). Kedua gaya ini akan menimbulkan adanya dua macam bentuk permukaan (meniskus) yang berbeda dalam tabung tersebut tergantung besar adhesi dan kohesinya.

Meniskus cekung terjadi apabila adhesi lebih besar daripada kohesi (adhesi>kohesi). Sedangkan meniskus cembung terjadi jika kohesi lebih besar dari pada adhesi (adhesi<kohesi).

Saat tabung diisi dengan raksa, maka permukaannya akan terlihat cembung. Ini dikarenakan gaya adhesi raksa-kaca lebih kecil daripada kohesi raksa. Sehingga raksa sifatnya tidak dapat membasahi kaca. Alasan inilah yang mendasari penggunaan raksa pada termometer.

Sebaliknya, jika kita mengisi tabung dengan air, maka permukaannya terlihat cekung. Ini disebabkan gaya adhesi air-kaca lebih besar dari pada kohesi air. Dengan begitu air memiliki kemampuan untuk membasahi kaca.

Tegangan Permukaan

Apakah anda pernah melihat laba-laba yang berjalan diatas air? Bagaimana bisa ini terjadi? Disini anda akan menemukan jawabannya.

Tegangan permukaan yakni kecenderungan zat cair untuk menegang sampai seolah-olah pada permukaan zat cair terdapat selaput tegang dan kuat. Ini terjadi karena adanya gaya tarik menarik antar partikel yaitu kohesi.

Inilah yang menyebabkan laba-laba tidak tenggelam ketika berjalan diatas air.

Beberapa peristiwa lain yang disebabkan oleh tegangan permukaan adalah embun di dedaunan yang berbentuk bulat, air diatas daun talas yang memiliki pola, dan juga benda ringan berbentuk lempengan yang bisa mengambang diatas air contohnya silet.

Kapilaritas

Kapilaritas adalah peristiwa naik turunnya zat cair di dalam pipa kapiler (pipa dengan diameter sangat kecil). Contoh peristiwa kapilaritas ini sebenarnya sudah terlihat di sekitar kita.

Diantaranya yaitu tembok dalam rumah yang mengembun saat hujan, naiknya minyak tanah pada sumbu kompor, naiknya air dari bawah akar menuju batang dan daun-daun tumbuhan, dan lain-lain.

Untuk mengetahui proses kapilaritas ini, anda juga dapat melakukan percobaan sendiri. Caranya, cukup sediakan bejana, air, raksa, dan dua buah pipa kapiler masing-masing berdiameter 2 mm dan 3 mm.

Pertama isi bejana dengan air, lalu celupkan dua pipa kapiler secara vertikal ke dalam bejana berisi air tersebut, amati dan catat yang terjadi. Setelah itu, ganti air dalam bejana dengan raksa lalu lakukan hal yang sama seperti sebelumnya.

Saat pipa kapiler dicelupkan ke dalam air, permukaan air pada pipa kapiler lebih tinggi daripada permukaan dalam bejana. Dengan kata lain permukaan air dalam pipa kapiler naik.

Sedangkan pada air raksa, permukaan raksa pada pipa kapiler lebih rendah dari pada pada pada bejana. Hal ini berarti permukaan raksa dalam pipa kapiler cenderung turun.

Loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.