Belajar dengan Teori Behavioristik

Diposting pada 1.532 views

Dasar Teori Behavioristik

Sehubungan dengan program pemerintah bertajuk ‘Revolusi Mental’ yang memiliki makna, perubahan cara berpikir yang relatif cepat. Tentu ini sejalan dengan konsep teori behavioristik, yang menekankan perubahan tingkah laku sebagai bentuk dari akibat adanya suatu interaksi antara stimulus dan respon.

Lebih mudahnya, belajar adalah salah satu bentuk perubahan yang akan dialami oleh siswa dalam hal menunjukan kemampuannya dengan cara baru yang merupakan hasil dari interaksi stimulus dan respon. Seorang anak dianggap belajar sesuatu apabila dia mampu menunjukkan apa yang dipelajari pada perubahan tingkah laku.

Teori Behavioristik
Teori Behavioristik

Misalnya, anak belum bisa berhitung perkalian.  Meskipun sudah belajar dengan giat dan sang guru sudah mengajari dengan tekun, tetapi jika si anak belum mampu mempraktekkan perkalian-nya, maka dia belum dianggap belajar.  Karena dia belum menunjukan perubahan perilaku sebagai hasil belajar-nya.

Menurut teori Behavioristik yang paling penting adalah melakukan stimulus sebagai masukan atau Input dan respon sebagai keluaran atau Output. Stimulus merupakan teknik pembelajaran yang diberikan oleh guru kepada siswanya, seperti hafalan, daftar perkalian, pedoman kerja, alat peraga, atau beberapa cara khusus, dalam membantu proses belajar siswa.

Dalam teori Behavioristik, apa yang akan terjadi diantara stimulus dan respon bukanlah hal yang terpenting karena tidak dapat diukur atau diperhatikan Tolak ukurnya adalah stimulus apa yang diberikan sang guru dan respon apa yang dihasilkan oleh si siswa melalui perubahan tingkah lakunya.

Faktor luar yang mempengaruhi teori pembelajaran Behavioristik salah satunya adalah faktor reinforcement atau penguatan,yang dapat diberikan dalam bentuk apapun untuk memperkuat motivasi siswa dalam menghasilkan respon yang positif dan cepat tanggap.Anda bisa menambahkan penguatan berupa positive reinforcement agar respon siswa akan semakin kuat, atau pengurangan penguatan berupa negative reinforcement untuk membuat respon siswa tetap kuat.

Teori Behavior ini memiliki beberapa prinsip diantaranya :

  1. Reinforcement and Punishment
  2. Contigency Managenet
  3. Primary and Secondary Reinforcement
  4. Schedules of Reinforcement
  5. The Elimination of Response
  6. Stimulus Control in Operant Learning

Menurut Thorndike, belajar merupakan sebuah proses interaksi diantara stimulus dengan respon. Stimulus adalah rangsangan untuk kegiatan belajar. Sementara respon adalah reaksi yang dihasilkan dari proses belajar yang berupa perubahan tingkah laku secara konkrit.

Itulah beberapa informasi mengenai belajar menggunakan teori Behavier, semoga bacaan ini bermanfaat dan menambah wawasan Anda.

Loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.