Biografi Abu Ali al Husain bin Abdullah Ibnu Sina (Avicenna)

Diposting pada 907 views

Abu Ali al Huasin bin Abdullah Ibnu Sina

Abu Ali al Huasin bin Abdullah Ibnu Sina dan lebih dikenal di masyarakat Eropa dengan sebutan “Avicenna” (980-1037) adalah seorang filsuf, ilmuwan dan juga dokter kelahiran Persia (sekarang Uzbekistan). Ia juga seorang penulis yang produktif dimana sebagian besar karyanya adalah tentang filosofi dan pengobatan.

Beliau adalah “Bapak Pengobatan Modern“. Karyanya yang sangat terkenal adalah Qanun fi Thib yang merupakan rujukan dibidang kedokteran selama berabad- abad. Dia adalah pengarang dari 450 buku pada beberapa pokok bahasan besar.

Banyak diantaranya memusatkan pada filosofi dan kedokteran. Dia dianggap oleh banyak orang sebagai “Bapak Kedokteran Modern“. George Sarton menyebut Ibnu SinaCendekiawan Muslim paling terkenal“.

Abu Ali al Huasin bin Abdullah Ibnu Sina
Abu Ali al Huasin bin Abdullah Ibnu Sina

Beliau adalah seorang jenius yang mahir dalam berbagai cabang ilmu. Beliaulah pembuat ensiklopedia terkemuka dan pakar dalam bidang agama, kedokteran, filsafat, logika, matematika, astronomi dan musik.

Selain itu beliau juga seorang pustakawan dan psikiater yang handal. Ibnu sina dilahirkan di Afsyinah, sebuah desa yang terletak dekat Bukhara (Republik Uzbekistan) tahun 370 H/ 980 M.

Sejak kecil beliau telah memperlihatkan intelegensi-nya yang cemerlang dan kemajuan yang luar biasa dalam menerima pendidikan. Ibnu Sina kecil yang tangkas mulai belajar Al-Qur’an pada usia 5 tahun. sejak usia 5 tahun itu beliau telah mendapatkan pendidikan Al-Qur’an dan sastra dari ayahnya.

Pada usia 10 tahun ia sudah hafal Al-Qur-an, menguasai ilmu sastra, tasawuf, dan geometri. Belum genap usia 16 tahun, Ibnu sina sudah menguasai ilmu kedokteran. Saat itulah ia mulai menangani pasien. Segala kerja kerasnya selama ini berbuah. Ketekunannya dalam mempelajari ilmu, membuatnya ahli dalam berbagai ilmu.

Baca Juga  Sejarah Peradaban Kerajaan Sriwijaya

Ibnu Sina tak pernah berhenti belajar demi mengembangkan keilmuan-nya. Walaupun tak jarang ia tertidur kelelahan. Di usia 17 tahun, di tengah usahanya untuk menyembuhkan penyakit baginda Nuh bin Mansur, ia terus mengembangkan ilmunya.

Sebagai penghargaan sang raja atas jasanya yang berhasil menyembuhkan raja. Baginda raja meminta beliau menetap di istana, paling tidak untuk sementara selama sang raja dalam proses penyembuhan. Tapi beliau menolaknya dengan halus, sebagai gantinya ia hanya meminta izin untuk mengunjungi sebuah perpustakaan kerajaan yang kuno dan antik. Siapa sangka, dari sanalah ilmunya yang luas menjadi bertambah.

Semangat belajar-nya tinggi. Ia tidak pernah melewatkan waktu sedikitpun untuk bermalas – malasan. Beberapa karya pun telah dilahirkan. selama 1,5 tahun Ibnu Sina jarang tidur, berkutat dengan berbagai ilmu dan analisa.

Semangat belajar-nya kuat sekali. Ibnu Sina selalu memikirkan ilmu yang sedang dipelajarinya sampai ia memahaminya. Ibnu Sina tidak hanya belajar teori tapi juga mempraktekkan-nya. Pengalaman ilmu nya terhadap apa yang dipelajari kian luar biasa.

Demikian artikel ini saya buat dan saya susun, SEMOGA BERMANFAAT.

Salam PC (Prestasi Cemerlang)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *