Aliexpress INT
Kirim Artikel
Need Backlink From This Web PRchecker.info

Bukti nyata kecerdasan Nabi Sulaiman

Ada banyak kisah tentang kebaikan yang para nabi ajarkan pada umatnya. Selain kisah kecerdasan/ kebaikan para nabi lain, khususnya Nabi Muhammad saw, ada juga kisah tentang kecerdasan Nabi Sulaiman, berikut bukti kecerdasan yang dimiliki oleh Nabi Sulaiman.

Ketika ayah Nabi Sulaiman menduduki tahta Kerajaan Bani Isra’il ia selalu mendampinginya dalam tiap- tiap sidang peradilan yang diadakan untuk menangani perkara- perkara perselisihan dan sengketa yang terjadi di dalam masyarakat.

Nabi Sulaiman
Nabi Sulaiman

Nabi Sulaiman

Ia memang sengaja diajak ayahnya, menghadiri sidang- sidang peradilan untuk melatih dan menyiapkan-nya sebagai putra mahkota yang akan menggantikannya memimpin kerajaan.

Suatu peristiwa yang menunjukan kecerdasan dan ketajaman pikirannya terjadi pada salah satu sidang peradilan yang ia turut menghadiri-nya. Dalam persidangan itu 2 orang datang mengadu meminta Nabi Daud (ayah Nabi Sulaiman) mengadili perkara sengketa mereka.

Kebun tanaman salah seorang dari kedua lelaki itu telah dimasuki oleh kambing- kambing ternak kawannya di waktu malam yang mengakibatkan pekarangan-nya rusak. Kawan yang di adukan itu mengakui kebenaran pengaduan kawannya.

Dalam perkara sengketa tersebut, Daud memutuskan bahwa sebagai ganti rugi, maka pemilik kambing- kambing itu harus menyerahkan binatang peliharaannya kepada pemilik kebun.

Sulaiman yang mendengar keputusan itu berkata kepada ayahnya : 

“Wahai ayahku, menurut pertimbanganku keputusan itu sepatut berbunyi sedemikian : Kepada pemilik pekarangan yang telah rusak tanamannya diserahkan hewan ternak untuk dipelihara, diambil hasilnya dan dimanfaatkan bagi keperluannya, sedang pekarangan yang telah rusak diserahkan kepada pemilik kambing untuk dirawat sampai kembali miliknya, sehingga dengan cara demikian masing- masing pihak tidak ada yang mendapat keuntungan atau kerugian lebih daripada yang sepatutnya”.

Keputusan yang telah diusulkan oleh Nabi Sulaiman itu diterima baik oleh kedua orang yang menggugat dan tergugat serta disambut oleh para orang yang menghadiri sidang dengan rasa kagum terhadap kecerdasan dan kepandaian beliau yang walaupun masih muda usianya telah menunjukkan kematangan berfikir dan keberanian melahirkan pendapat walaupun tidak sesuai dengan pendapat ayahnya.

Loading...
loading...
18 Comments

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *