Aliexpress INT
Kirim Artikel
Need Backlink From This Web PRchecker.info

Cahaya

Cahaya merupakan salah satu bentuk energi yang banyak manfaatnya. Menurut ilmuwan Inggris yaitu James Clerk Maxwell (1831-1879), cahaya adalah rambatan gelombang yang dihasilkan oleh gabungan medan listrik dan medan magnet.

Gelombang yang dihasilkan oleh medan listrik dan medan magnet disebut gelombang elektromagnetik.

Cahaya dibedakan menjadi dua, yaitu tampak dan tidak tampak. Cahaya tampak berwarna putih yang dapat ditangkap oleh mata. Cahaya tidak tampak misalnya sinar X, sinar ultraviolet, sinar gamma, dan sinar infra merah.

Cahaya

Cahaya

A. Sumber

  1. Benda-benda yang dapat memancarkan cahaya sendiri disebut sumber cahaya. Contohnya matahari, lampu, nyala lilin, nyala api, dan lain-lain.
  2. Benda-benda yang tidak memancarkan sendiri disebut benda gelap. Contohnya : batu, kayu, dan sebagainya. Benda gelap dapat dilihat karena memantulkan cahaya yang berasal dari sumber.

B. Sifat-sifat

Cahaya mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:

1. Menembus Benda yang Bening

Benda bening atau benda tembus pandang hampir seluruhnya dapat meneruskan cahaya yang diterimanya.

Gelas, botol, kaca, dan air adalah benda-benda tembus. Tumbuhan dan hewan yang hidup dalam air memerlukan cahaya matahari. Cahaya matahari dapat tembus ke dalam air jika air itu bening.

Pada laut yang dalam matahari tidak seluruhnya tembus sehingga terlihat agak gelap.

2. Dapat Dipantulkan

Pada saat cahaya mengenai suatu benda, ada dua peristiwa yang dialami oleh cahaya yang jatuh pada benda tersebut, yaitu : sebagian diteruskan kedalam benda yang dikenainya dan sebagian lagi dipantulkan kembali.

Dalam hal ini berlaku hukum pemantulan cahaya (Hukum Snellius) yang berbunyi :

“Cahaya datang, garis normal, dan cahaya pantul terletak pada satu bidang datar. Sudut datang sama dengan sudut pantul.”

3. Merambat Menurut Garis Lurus

Cahaya terdiri dari partikel-partikel kecil yang bergerak dengan kecepatan sangat tinggi yaitu 300.000 km/detik.

Geraknya berupa lintasan garis lurus. Garis-garis yang menggambarkan cahaya disebut sinar.

Kumpulan sinar-sinar akan membentuk berkas. Bayangan terjadi karena cahaya merambat lurus di sekeliling benda sehingga daerah di belakang benda tidak terkena, maka terjadilah bayangan.

4. Dapat Dibiaskan

Pembiasan Cahaya
Pembiasan

Cahaya yang merambat pada suatu medium ke medium lain akan dibiaskan pada bidang batas. Pembiasan ini disebut juga pembelokan cahaya.

Pembiasan ada dua macam, yaitu :

  • Pembiasan dari medium renggang ke medium rapat akan mendekati garis normal, Misalnya cahaya dari udara ke air.
  • Pembiasan dari medium rapat ke medium renggang akan menjauhi garis normal. Misalnya cahaya dari kaca ke udara.

Besar kecilnya pembiasan cahaya pada suatu medium tergantung pada besar kecilnya kerapatan medium tersebut.

Medium adalah zat yang dilalui oleh cahaya. Semakin rapat medium yang dilalui semakin besar pula pembiasan yang terjadi.

Akibat dari adanya pembiasan cahaya antara lain :

  • Pensil yang sebagian dicelupkan ke dalam air akan terlihat seperti patah atau bengkok.
  • Dasar kolam yang airnya jernih akan terlihat lebih dangkal dari kedalaman yang sebenarnya.

Kita sering melihat cahaya matahari berwarna putih. Padahal sebenarnya warna putih itu berasal dari kumpulan berbagai warna yang tersusun dalam spectrum warna.

Peristiwa penguraian cahaya putih menjadi berbagai warna disebut disperse cahaya. Pelangi adalah cahaya matahari yang mengalami pembiasan oleh air hujan.

Bila seberkas sinar matahari mengenai titik-titik air hujan, maka titik-titik air hujan itu berperan sebagai pengurai cahaya.

Sinar matahari yang berwarna putih akan terurai menjadi warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Disingkat menjadi me-ji-ku-hi-bi-ni-u.

Sinar tersebut polikromatik, sedangakn warna yang tidak dapat diuraikan menjadi warna lain disebut monokromatik.

C. Pemantulan

Pemantulan Cahaya
Pemantulan

Cermin memantulkan cahaya dengan teratur, berkas cahaya sejajar dipantulkan dalam bentuk berkas sejajar pula.

Pemantulan yang teratur menyebabkan cermin dapat membentuk bayangan dari sebuah benda. Pada cermin datar, jarak benda ke cermin ialah sama dengan jarak bayangan ke cermin. Kiri kanan pada bayangan berbalik dengan kiri kanan benda.

Cermin cekung dapat membentuk bayangan nyata dari sebuah benda. Bayangan nyata ialah bayangan yang dapat ditangkap layar. Bayangan maya/semu adalah bayangan yang tidak dapat ditangkap oleh layar.

Bayangan nyata terjadi jika jarak benda dengan cermin agak jauh atau lebih dari titik api cermin cekung.

Bayangan semu terjadi jika jarak benda cukup dekat atau lebih dekat dari titik api cermin cekung.

Bayangan semu dalam sebuah cermin cekung biasanya lebih besar dari pada sebenarnya.

Cermin cembung hanya dapat membentuk bayangan maya dari sebuah benda. Bayangan yang dibentuk oleh cermin cembung lebih kecil dari bendanya.

Jika permukaan cermin suatu bidang datar, cermin itu disebut cermin datar. Cermin datar memantulkan sinar pada satu arah saja. Pemantulan pada cermin datar disebut pemantulan teratur.

Pemantulan sinar ke segala arah atau yang terhambur itu disebut pemantulan baur atau pemantulan difus. Pantulan penting bagi kita.

Bila cahaya matahari tidak dihamburkan oleh butir-butir debu di udara dan benda di sekeliling maka sudut-sudut ruangan rumah dan dibawah rindangan pohon akan gelap gulita.

D. Lensa

Lensa umumnya terbuat dari kaca. Salah satu atau kedua permukaannya melengkung. Lensa dapat digolongkan menjadi dua yaitu lensa cembung dan lensa cekung.

1. Lensa Cembung

Lensa cembung, yaitu lensa yang bagian tengahnya lebih tebal daripada bagian tepinya. Titik apinya nyata, sifatnya memusatkan bayangan yang dibiaskan.

Jarak dari lensa ke titik api disebut jarak titik api (titik focus). Makin tebal lensa, jarak titik apinya makin pendek.

Sifat bayangan yang dibentuk : nyata atau maya, tegak atau terbalik, lebih besar atau lebih kecil daripada bendanya (tergantung dari letak bendanya terhadap lensa).

Berkas sinar utama pada lensa cembung dilukiskan sebagai berikut :

Lensa Cembung
Lensa Cembung

2. Lensa Cekung

Lensa cekung, yaitu lensa yang bagian tengahnya lebih tipis daripada bagian tepinya. Sifat bayangan yang dibentuk : selalu maya, tegak, lebih kecil daripada bendanya.

Lensa Cekung
Lensa Cekung

E. Hubungan Antara Cahaya dan Penglihatan Mata

Kita melihat dengan mata. Mata kita termasuk alat indra. Bagian depan mata yaitu alis, kelopak, bulu mata berfungsi untuk melindungi mata dari debu dan keringat agar tidak mengotori mata.

Dalam mata terdapat berbagai alat, misalnya:

  • Selaput pelangi atau Iris,
  • Anak mata atau Pupil,
  • Urat syaraf,
  • Selaput tanduk atau Kornea,
  • Lensa,
  • Retina.
Bagian-bagian Mata
Bagian-bagian Mata
  1. Dibelakang lensa juga terdapat rongga. Rongga ini agak besar dajn berisi zat cair. Dinding dalam bola mata bagian belakang disebut retina. Retina inilah yang peka terhadap cahaya. Retina dihubungkan dengan otak melalui syaraf mata. Bila kita melihat sebuah benda maka cahaya dari benda itu masuk ke mata melalui pupil atau anak mata. Cahaya itu klemudian melewati lensa mata.
    Oleh lensa mata dibentuk gambar benda itu pada retina. Gambar benda itu terbalik letaknya.
  2. Otot mata bergerak dengan lincahnya mengubah tebal tipisnya lensa. Dengan cara demikian, otot mata dapatmengatur jarak titik api lensa sesuai dengan jarak benda yang diamati. Kemampuan otot mata untuk menebal dan menipis disebut daya akomodasi.
  3. Untuk melihatbenda yang dekat, otot mata menebal membentuk lensa cembung. Untuk melihat benda jauh otot mata menipis mengurangi kecembungan lensa.
  4. Perubahan bentuk lensa mata (akomodasi) berguna agar benda itu terlihat oleh mata normal.

Beberapa cacat mata yang terjadi adalah:

  1. Astigmatisma (kelengkungan lensa tidak merata berkas sinar mengenai mata tidak dapat terpusat sempurna). Penderita astigmatisma tidak dapat membedakan garis-garis tegakl lurus dan mendatar pada saat bersamaan. Cacat mata ini dapat ditolong dengan menggunakan kacamata lensa cekung (lensa negative).
  2. Rabun jauh atau miopi. Orang yang menderita miopi, jarak focus lensa matanya terlalu pendek. Penderita ini tidak dapat melihat jelas benda yang jauh letaknya. Cacat mata ini ditolong dengan kacamata lensa cekung (lensa negative).
  3. Rabun dekat atau hipermetropi. Penderita ini tidak dapat melihat benda dekat. Dapat ditolong dengan kacamata lensa cembung (lensa positif).
  4. Presbiopi. Penderita ini mempunyai kemampuan akomodasi yang sangat lemah. Ia tidak dapat melihat benda yang sangat jauh letaknya dan tak dapat membaca buku pada jarak baca normal 20 s/d 30 cm. Kelainan ini ditolong dengan kacamata berlensa rangkap (cembung dan cekung).
Loading...
loading...
Tags:,

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *