Pengertian Cermin Cembung dan Sifat-Sifatnya

Diposting pada 827 views

Cermin cembung ~ Pada awalnya cermin terbuat dari kepingan logam yang biasanya adalah logam perak atau tembaga. Namun sering dengan kemajuan teknologi, cermin kini terbuat dari lapisan alumunium tipis yang dibalut dengan kepingan kaca. Kepantulan cermin akan bergantung pada panjang gelombang cahaya dan pada logam cermin itu sendiri.

Cermin Cembung
Cermin Cembung

Cermin Cembung

Pengertian

Cermin cembung merupakan cermin yang memiliki permukaan dengan bentuk yang melengkung secara teratur ke arah luar. Bagian tengah dari cermin cembung memiliki jarak lebih dekat dengan objek dibandingkan dengan bagian tepi cermin.

Sifat Pemantulan Cahaya

Sifat-sifat yang dimiliki oleh cermin cembung adalah sebagai berikut :

  • Berkas sinar sejajar dengan sumbu utama dan dipantulkan seakan-akan sinar tersebut berasal dari titik fokus.
  • Bersifat divergen atau menyebarkan cahaya.

Sinar-sinar Istimewa

Berikut ini sinar-sinar istimewa yang dimiliki oleh cermin jenis ini:

Sinar istimewa cermin cembung
Sinar istimewa cermin cembung
  • Sinar yang datang sejajar dengan sumbu utama akan dipantulkan seolah-olah sinar tersebut berasal dari titik fokus.
  • Sinar yang datang ke titik fokus akan dipantulkan sejajar dengan sumbu utama.
  • Sinar yang datang ke pusat pelengkungan cermin akan dipantulkan melalui sinar arah sinar yang sama.

Pembentukan Bayangan

Proses terbentuknya bayangan pada cermin cembung adalah sebagai berikut :

a) Sifat bayangan yang terbentuk ketika jarak benda lebih kecil dari fokus (s < f)

  • Maya yang berarti berkas sinar tidak melewati bayangan. Ini terjadi karena bayangan berada di belakang cermin.
  • Semakin jauh letak benda dengan cermin cembung, maka ukuran bayangan yang terbentuk akan semakin kecil.
  • Semakin jauh letak benda dengan cermin cembung, maka akan semakin jauh bayangan dari cermin.
  • Tidak terbalik dan juga tidak tegak.

b) Sifat bayangan yang terbentuk ketika jarak benda sejajar dengan titik fokus (s = f)

  • Maya yang berarti berkas sinar tidak melewati bayangan. Ini terjadi karena bayangan berada di belakang cermin.
  • Ukuran bayangannya diperkecil hingga setengahnya dari ukuran benda
  • Tegak
  • Jarak bayangan berada setengahnya dari jarak benda, karena jarak bayangan lebih kecil dari benda.
Baca Juga  Pengertian Virus Dan Penjelasan Mengenai Karakteristiknya

c) Sifat bayangan yang terbentuk ketika jarak benda lebih besar dari panjang fokus dan lebih kecil dari jari-jari kelengkungan (f < s < R)

  • Maya yang berarti berkas sinar tidak melewati bayangan. Ini terjadi karena bayangan berada di belakang cermin.
  • Tegak atau tidak terbalik
  • Ukuran bayangan lebih kecil dari ukuran objek
  • Semakin jauh letak objek dari cermin cembung, maka akan semakin jauh bayangan yang terbentuk.

d) Sifat bayangan yang terbentuk ketika jarak benda sejajar dengan jari-jari kelengkungan cermin (s = R)

  • Maya yang berarti berkas sinar tidak melewati bayangan. Ini terjadi karena bayangan berada di belakang cermin.
  • Ukuran bayangan lebih kecil 1/3 dari ukuran objek
  • Jarak bayangan lebih kecil 1/3 dari jarak benda.

e) Sifat bayangan yang terbentuk ketika jarak benda lebih besar dari jari-jari kelengkungan (s > R)

  • Maya yang berarti berkas sinar tidak melewati bayangan. Ini terjadi karena bayangan berada di belakang cermin.
  • Tegak.
  • Ukuran bayangan lebih kecil dari ukuran objek.
  • Jarak bayangan lebih kecil dari jarak benda.

Rumus

Berikut ini rumus persamaan :

Rumus Persamaan Cermin Cembung
Rumus Persamaan Cermin Cembung

Keterangan :

f = Fokus cermin

s = Jarak benda dan cermin

s’ = Jarak bayangan

Rumus untuk mencari perbesaran bayangan :

rumus-perbesaran-bayangan-lensa
rumus-perbesaran-bayangan-lensa

Keterangan :

s = Jarak benda dan cermin cembung

h = Tinggi benda

s’ = Jarak bayangan

h’ = Tinggi bayangan

Contoh Soal

Untuk melengkapi materi ini, maka berikut ini adalah contoh soal :

Sebuah benda yang diletakkan 4 cm di depan cermin cembung dengan fokus 6 cm. tentukan letak bayangan yang terbentuk :

Uraian :

1/f = 1/So + 1/S’
-1/6 = 1/4 + 1/s’
-1/s’ = 1/6 + 1/4
-1/s’ = 2/12 + 3/12
-1/s’ = 5/12
s’ = 12/5 = -2,4 cm

Maka sifat bayangan yang terbentuk yaitu maya, tegak, dan diperkecil.

Loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.