Defenisi dan Pengaturan Kecepatan Motor Induksi Tiga Fasa

Diposting pada 4.882 views
Ilmu Pengetahuan ( Event Zero Indonesia ) Dalam motor induksi akan berputar pada suatu kecepatan konstan saat dihubungkan pada tegangan dan frekuensi yang konstan, kecepatannya sangat mendekati kecepatan sinkronnya. Bila torsi beban bertambah, maka kecepatannya akan sedikit mengalami penurunan, sehingga motor induksi sangat cocok digunakan menggerakkan sistem yang membutuhkan kecepatan yang konstan. 

Namun dalam kenyataannya terutama di industri terkadang dikehendaki juga adanya pengaturan kecepatan. Pengaturan kecepatan sebuah motor induksi memerlukan suatu biaya yang relatif mahal.

Diketahui bahwa dalam pengaturan kecepatan pada motor induksi tiga fasa ini dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti dengan mengubah jumlah kutub, mengatur tahanan luar, mengatur tegangan jala-jala, dan mengatur frekuensi jala-jala.

Berikut merupakan penjelasan dari cara untuk mengatur kecepatan pada tiga fasa secara ringkas dan jelas ;

1. Mengubah Jumlah Kutub

Karena operasi motor induksi mendekati kecepatan sinkron, maka kecepatan motor dapat diubah dengan cara mengubah jumlah kutubnya, sesuai dengan persamaan :

Ns = 120f/P

Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengubah hubungan lilitan dai kumparan stator motor. Normalnya diperoleh dua perubahan kecepatan sinkron dengan mengubah jumlah kutub, misalnya dari dua kutub menjadi empat kutub. Dengan cara ini perubahan kecepatan yang dihasilkan hanya dalam “discrete steps”.
 Defenisi dan Pengaturan Kecepatan Motor Induksi Tiga Fasa

2. Pengaturan Tahanan Rotor

Dalam pengaturan kecepatan putaran dengan cara pengaturan tahanan luar hanya bisa dilakukan pada motor induksi rotor belitan, dengan cara menghubungkan tahanan luar ke dalam rangkaian rotor melalui slipring. Diketahui bahwa dalam pengaturan tahanan secara manual terkadang kurang sempurna untuk beberapa jenis penggunaan, seperti sistem kontrol umpan balik. Kontrol dengan memanfaatkan komponen elektronik pada tahanan luar akan lebih memperhalus operasi pengaturan.

3. Pengaturan Tegangan

Untuk melakukan suatu pengaturan kecepatan dengan daerah pengaturan yang sempit pada motor induksi rotor sangkar dapat dilakukan dengan menurunkan (mengatur) besarnya suatu tegangan masukan. Perlu anda ketahui pula bahwa dalam pengaturan kecepatan seperti ini dapat menyebabkan naiknya slip sehingga efisiensi menurun dengan menurunnya kecepatan, dan pemanasan berlebihan pada motor bisa menimbulkan masalah.

4. Pengaturan Frekuensi

Dalam pengaturan putaran motor induksi dapat dilakukan dengan mengatur nilai frekuensi jala-jala. Aplikasi metode pengaturan kecepatan ini memerlukan sebuah pengubah frekuensi. Diketahui bahwa dalam menghindari saturasi yang tinggi dalam magnetik, tegangan terminal ke motor harus bervariasi sebanding dengan frekuensi.

Demikianlah artikel ini dibuat semoga dapat membantu dan bermanfaat bagi anda.
Salam GENUS (Generasi Penerus)

Loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.