Deskripsi Konstruksi Motor Induksi Tiga Fasa

Diposting pada 431 views
Ilmu Pengetahuan ( Event Zero Indonesia )Dalam pembahasan artikel ini akan dibahas tentang deskripsi dari konstruksi motor induksi tiga fasa yang meliputi 3 bagian yaitu :

1. Stator

Pada dasarnya belitan motor induksi tiga fasa sama dengan belitan motor sinkron. Konstruksi statornya berlapis-lapis dan mempunyai alur untuk melilitkan kumparan. Stator mempunyai tiga buah kumparan, ujung-ujung belitan kumparan dihubungkan melalui terminal untuk memudahkan penyambungan dengan sumber tegangan. 

Masing-masing kumparan stator mempunyai beberapa buah kutub, jumlah kutub ini menentukan kecepatan motor tersebut. Semakin banyak jumlah kutubnya maka putaran yang terjadi semkin rendah. Motor induksi bila ditinjau dari rotornya terdiri atas dua tipe yaitu rotor sangkar dan rotor lilit.

2. Rotor Sangkar

Dalam deskripsi rotor sangkar, lebih banyak digunakan daripada jenis rotor lilit, sebab rotor sangkar mempunyai bentuk yang sederhana. Belitan rotor terdiri atas batang-batang penghantar yang ditempatkan di dalam alur rotor. Batang penghantar ini bahwasannya terbuat dari tembaga, alloy atau aluminium. 
Deskripsi Konstruksi Motor Induksi Tiga Fasa

Ujung-ujung batang penghantar dihubungkan singkat oleh cincin penghubung singkat, sehingga berbentuk sangkar burung. Motor induksi yang menggunakan rotor ini disebut motor induksi rotor sangkar. Karena batang penghantar rotor yang telah dihubungkan singkat, maka tidak dibutuhkan tahanan luar yang dihubungkan seri dengan rangkaian rotor pada saat awal berputar. Alur-alur rotor biasanya tidak dihubungkan sejajar dengan sumbu (poros) tetapi sedikit miring.


Rotor sangkar memiliki rotor lilit. Rotor lilit ini terdiri atas belitan fasa banyak. Belitan ini dimasukkan ke dalam alur-alur inti rotor. Belitan ini pada umumnya sama dengan belitan pada stator, tetapi belitan selalu dihubungkan secara bintang. Tiga buah ujung-ujung belitan dihubungkan ke terminal-terminal sikat/cincin seret yang terletak pada poros rotor. Dengan jenis rotor lilit kita dapat mengatur kecepatan motor dengan cara mengatur tahanan belitan rotor tersebut.

3. Medan Putar

Pada bagian ini mesin arus bolak-balik ditimbulkan oleh adanya medan putar (fluksi yang berputar) yang dihasilkan dalam kumparan statornya. Medan putar ini timbul bila kumparan statornya dihubungkan dengan sumber tegangan tiga fasa. Hubungannya dapat berupa hubungan bintang atau segitiga. 


Demikianlah artikel ini dibuat semoga dapat membantu dan bermanfaat bagi anda.

Salam GENUS (Generasi Penerus)
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *