Gelombang Otak 1

Diposting pada 102 views
Otak manusia terdiri dari miliaran sel otak yang disebut neuron, yang menggunakan listrik untuk berkomunikasi untuk berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Kombinasi dari dari jutaan neuron tersebut mengirimkan sinyal sekaligus menghasilkan sejumlah besar aktivitas listrik di otak.

Kombinasi dari aktivitas listrik otak tersebut biasanya disebut sebagai brain wave atau gelombang otak, karena siklus tersebut berbentuk seperti gelombang alam.

Gelombang otak merupakan teman manusia sejak embrio sampai manusia menemui ajalnya. Jadi, apabila di layar monitor electroencephalograph (EEG) tidak lagi terlihat adanya gelombang, maka orang tersebut secara medis telah mati, meskipun di bagian tubuh lain masih ada gerakan.

Pada tahun 1929, seorang psikiater Jerman bernama Hans Berger, menemukan EEG yang bisa digunakan untuk mengukur gelombang listrik yang dihasilkan otak. Sejak saat itu, teknologi berbasis gelombang otak dilakukan untuk meningkatkan kemampuan pikiran dan perkembangan diri manusia di seluruh dunia.

Gelombang Otak 1Selain EEG, alat deteksi gelombang otak juga bisa dilakukan juga melalui brain mapping. Yang menjadi perbedaan antara keduanya, brain mapping hanya mampu memeriksa secara fisik.

Teknik ini digunakan untuk mengetahui adanya gangguan, kerusakan, atau kecacatan otak, misalnya , tumor otak, pecahnya pembuluh darah otak, benturan kepala, dan kasus-kasus lainnya. Sedangkan EEG, mampu memeriksa getaran, frekuensi, sinyal atau gelombang otak.

Impuls-impuls listrik dalam otak dapat diukur dengan 2 cara, yaitu amplitude dan frekuensi. Amplitude adalah besarnya daya impuls listrik yang diukur dalam satuan microvolt. Frekuensi adalah kecepatan emisi listrik atau jumlah pulsa (impuls) yang diukur dalam cycle per detik atau hertz (Hz).

Berdasarkan riset bertahun-tahun di berbagai negara maju, frekuensi otak manusia berbeda-beda atau di bedakan untuk setiap fase sadar, rileks, tidur ringan, tidur nyenyak, trance, panik, dan sebagainya. Melalui penelitian yang panjang, akhirnya para ahli saraf (otak) sependapat bawah gelombang otak berkaitan dengan kondisi pikiran.
[post_ads]
Selanjutnya: Gelombang otak 2
Loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.