Memahami Kata Berimbuhan dalam Bahasa Indonesia

Diposting pada 2.704 views

Kata Berimbuhan

Kata berimbuhan memiliki definisi sebagai kata dasar yang ditambahkan dengan awalan, akhiran, dan sisipan, sehingga timbul sebuah makna atau berubah menjadi kata kerja, kata sifat, kata perintah, dan sebagainya.

Kata Berimbuhan
Kata Berimbuhan

Untuk lebih memahami mengenai kata berimbuhan, silahkan Anda simak ulasan selengkapnya di bawah ini :

1. Kata Berimbuhan pada Awalan (Prefiks)

Prefiks merupakan imbuhan yang terletak di awal kata. Beberapa imbuhan yang berada di awal kata, yaitu di-, pe-, ter-, me-, ber-, se-, ke-.

a. Ber-

Aturan penggunaan awalan ber- adalah :

  • Jika kata dasarnya adalah “ajar”, maka ber- berubah menjadi bel-. Contoh : ber + ajar = belajar
  • Jika kata dasarnya berawalan huruf “r”, maka ber- berubah menjadi be-. Contoh : ber + renang = berenang.

Makna dari imbuhan ber- adalah sebagai berikur :

  • Menyatakan jumlah. Contoh : bertiga, berdua, dst.
  • Menyatakan penggunaan. Contoh : bersenjata, bersepeda, dll.
  • Menyatakan kegiatan. Contoh berjalan, berkemah, berlari, dll.
  • Menyatakan kepunyaan. Contoh : beruang, beranak, dll.
  • Menyatakan suasana hati. Contoh : bergembira, bersedih, dll.

b. Ter-

Imbuhan ter- memiliki fungsi sebagai pembentuk makna perbuatan tidak disengaja serta sebagai kata kerja pasif. Beberapa makna lain dari imbuhan ter- adalah sebagai berikut :

  • Menyatakan kondisi telah. Contoh : tertidur, terkurung, terbuka, dll.
  • Menyatakan sifat. Contoh : terburuk, termalas, terpandai, dll.
  • Menyatakan tiba-tiba. Contoh : terlepas, terjatuh, dll.
  • Menyatakan ketidaksengajaan. Contoh : terlempar, terbawa, dll.

c. Me-

Awalan me- memiliki beberapa perubahan bentuk, tergantung dari kata dasar yang digabungkan, yaitu sebagai berikut :

  • Awalan me- berubah menjadi mem-, jika digabung dengan kata dasar yang berawalan huruf “f”, “b”, dan “v”.

Contoh :

  • me + bela = membela
  • me + filter = memfilter
  • me + buat = membuat
  • Awalan me- berubah menjadi men-, jika digabung dengan kata dasar yang berawalan huruf  “j”, “d”, “c”.

Contoh :

  • me + dasar = mendasar
  • me + caci = mencaci
  • me + jaga = menjaga
  • Awalan me- berubah menjadi meny-, jika digabung dengan kata dasar yang berawalan huruf “s”.

Contoh :

  • me + sayat = menyayat
  • me + suap = menyuap
  • me + singkir = menyingkir
  • Awalah me- berubah menjadi meng-, jika digabung dengan kata dasar yang berawalan huruf “u”, “i”, “h”, “k”, “a”, “o”, “g”, dan “e”.

Contoh :

  • me + ucap = mengucap
  • me + olah = mengolah
  • me + gunting = menggunting
  • me + hias = menghias, dll

d. Pe-

Awalan pe- juga dapat mengalami perubahan bentuk berdasarkan awalan huruf pada kata dasar yaitu menjadi pem-, per-, penye, dan peng-. Mengenai makna dari imbuhan pe- adalah sebagai berikut :

  • Menyatakan Alat. Contoh : penggosok, penghias, pengukur, dll.
  • Menyatakan pekerjaan. Contoh : penyingkat, perindah, perlambat, dll.
  • Menyatakan sifat. Contoh : penyayang, pemalu, pemaaf, dll.
  • Menyatakan pelaku. Contoh : pengajar, pelukis, pemahat, pelari, dll.
  • Menyatakan penyebab. Contoh : pewarna, pemanis, dll.

e. Ke-

Awalan ke- memiliki makna sebagai pernyataan urutan. Contoh : kesatu, ketiga, kelima, dst.

f. Se-

Awalan se- memiliki beberapa makna, yaitu sebagai berikut :

  • Menyatakan sifat. Contoh : semalas, secerdas, semalu, secantik, dll.
  • Menyatakan satu. Contoh : sehari, semangkuk, sepotong, setahun, dll.
  • Menyatakan keseluruhan. Contoh : sebuku, serumah, seruang, dll.

g. Di-

Awalan di- memiliki makna untuk membentuk kata kerja pasif. Contoh :

  • Dipukul
  • Digambar
  • Dimakan
  • Dikejar
  • Dipeluk

2. Kata Berimbuhan pada Sisipan (Infiks)

Infiks merupakan imbuhan yang letaknya berada di tengah-tengah kata. Yang termasuk dalam sisipan yaitu –er-, -em-, dan -el-. Dan sisipan-sisipan tersebut dapat membentuk beberapa makna sebagai berikut :

  1. Menyatakan sifat. Contoh : telunjung, temurun, gelembung, dll.
  2. Menyatakan jumlah dan intensitas. Contoh : gemerincing, temali, gemetar, dll.

3. Kata Berimbuhan pada Akhiran (Sufiks)

a. –an

  • Menyatakan keseluruhan : hunian, lautan, dll.
  • Menyatakan bagian : harian, satuan, tahunan, dll.
  • Menyatakan tempat : pangkalan, kubangan, dll.
  • Menyatakan kemiripan : rumah-rumahan.
  • Menyatakan alat : garisan, timbangan, dll.
  • Menyatakan suatu objek/ hal: lukisan, gambaran, didikan, dll

b. –kan dan –i

Akhiran –i dan –kan memiliki makna sebagai perintah. Contoh : belikan, mainkan, ambilkan, gerakkan, tutupi, hindari, dll.

c. –pun

Sufiks –pun memiliki makna “juga”. Contoh : diapun, sayapun, itupun, dll.

d. –kah

Akhiran dan –kah memiliki makna untuk menegaskan pertanyaan, seperti : beratkah, apakah, sulitkah, dll.

Demikian pembahasan tentang kata berimbuhan dalam bahasa Indonesia yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.