Korpus Kalosum dalam otak

Diposting pada 88 views
Pada wanita, korpus kalosum lebih besar berkembang dari pada pria. Hal ini memungkinkan dua belahan otak wanita lebih mudah bekerja sama.

Korpus kalosum adalah saraf yang menghubungkan otak sisi kiri dan otak sisi kanan dan memfasilitasi komunikasi antara dua hemisfer tersebut.

Karenanya, diasumsikan wanita lebih mudah mengaktivasi relasi antara perasaan dan pikirannya ketimbang pria. Dalam waktu bersamaan, mereka mampu berfikir, mengingat, merasa, dan mendengar serta merencanakan sesuatu.

Teori ini sejalan dengan pendukung wanita sebagi makhluk yang lbih multitasking.

Dari hal biologis, pengetahuan tentang korpus kalosum memebri pencerahan perihal keunggulan wanita dalam bekerja ganda. Secara sosial, wanita dekat dengan peran multitasking karena harus menjadi ibu dan berkarier, mengurus rumah sembari menjaga anak, memasak sambil menyeterika selama menunggumasakan matang, serta multikegiatan lainnya.

Korpus kalosum pada wanita memang lebih tebal dan lebih bundar dari pria, akibatnya ia lebih banyak keterkaitan antara dua komponen otak dengan fungsi yang dipisahkan.
Korpus Kalosum dalam otakKarena itu, dua komponen otak wanita lebih terkoneksi secara timbal balik. Menurut Herbert Landsell, wanita lebih mampu merangkai kalimat. Hal ini disebabkan karena sisi kiri otak (mengontrol pembicaraan / perasaan) dan sisi kanan otak  (mengontrol / mengolah informasi) lebih baik.

Jadi tidak perlu heran jika wanita lebih nyinyir atau cerewet.

Volume besarnya korpus kalosum pada wanita rata-rata lebih besar hingga 25% pada saat akil baligh. Ini memungkinkan terjadinya komunikasi saling silang dalam otak yang pada akhirnya membuat mereka kerap berkomunikasi sendiri.

Hal ini sebagaimana dikatakan Halpen yang mendeteksi dari hasil MRI ( magnetic resonace imaging ). Ia menemukan bahwa ukuran korpus kalosum pria 25% lebih kecil dibanding wanita.
[post_ads]
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *