Lembaga Kode Internasional tata nama tumbuhan

Diposting pada 603 views
Guna dalam menyeragamkan penggunaan aturan-atuan dalam penerapan Taksonomi Tumbuhan di dunia agar tidak ada kesalahpahaman maupun dalam penyebutan serta dalam penulisan nama ilmiah sebuah tumbuhan, maka ditetapkanlah aturan-aturan dalam pemberian nama serta hal-hal yang berkaitan dengannya dengan nama Internasional Code of Botanical Nomenclatur (ICBN)

Aturan yang dikenal ini dikenal dengan Kode Internasional Tatanama Tumbuhan (KITT) yang mengatur penerapan tata nama tumbuhan yang sifatnya liar (wild). ICBN ini pertama kali disepakati berdasarkan kongres Botani Internasional pada tahun 1930 di Cambridge (Inggris). 

Kongres ini berhasil menyatukan dua kode internasional yang berlaku pada saat itu yaitu kode Paris (Eropa) dan Kode Rochester (Amerika) dengan menghasilkan 6 asas taksonomi tumbuhan. ICBN ditinjau kembali setiap tahun dengan diadakannya kongres botani Internasional.

Selain ICBN ada juga dikenal aturan tata nama untuk tanaman budidaya yang disebut dengan ICPN (Internasional Code Nomenclatur of Cultivated Plant) yang memiliki arti Kode Internasional Tatanama Tumbuhan Budidaya. Kode ini mengatur pemberian nama untuk nama-nama tanaman yang sudah dibudidayakan atau sudah disilang-silangkan. 

Lembaga Kode Internasional tata nama tumbuhan

ICBN pertama kali disepakati di London (Cambridge) pada tahun 1930 setelah melalui perjalanan yang cukup sangat panjang. Setiap lima tahun sekali diadakan pertemuan para ahli botani se dunia untuk mengadakan pembicaraan tentang aplikasi peraturan-peraturan yang berkaitan dengan nama ilmiah tersebut sekaligus mengadakan revisi-revisi yang dibutuhkan dalam lembaga internasional tersebut.

Keuntungan yang dapat diperoleh dari lembaga internasional ini tentunya sangat banyak dan begitu penting dan berperan sekali kehadirannya di dunia tumbuhan dalam pemberian nama ilmiah atau bahasa latin yang sesuai dengan tumbuhan yang didapat dan ditemukan tersebut. 


Dampak dari itu semua memberikan suatu hubungan yang baik dan tidak terjadinya perselisihan dalam pemberian nama serta kebingungan karena terjadi pemberian nama ilmiah yang berbeda-beda pada satu nama tumbuhan. Dengan begitu tentu saja mempermudah dalam mengenali karakteristik dari suatu tumbuhan sehingga dapat dibudidayakan sesuai dengan jenisnya. 

Dengan demikian tidak terjadinya percampuran yang dikira sama ternyata memiliki perbedaan akibat ketidaksesuainya dalam penamaan tumbuhan tersebut.

Demikianlah artikel ini dibuat semoga dapat membantu dan bermanfaat bagi anda dalam mengetahui tentang lembaga kode tata nama internasional.

Salam GENUS (Generasi Penerus)

Loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.