Mengenal Sekilas Sistem Saraf Pada Manusia

Diposting pada 309 views

Pengertian Sistem Syaraf Pada Manusia

Sistem saraf pada manusia, salah satunya adalah otak. Otak sebagai bagian dari sistem saraf, mengatur dan mengkoordinir sebagian besar gerakan, perilaku dan fungsi tubuh manusia. 


Sistem saraf pada manusia terdiri dari jutaan bahkan lebih dari sel saraf (neuron) yang saling berhubung satu sama lain dan vital untuk perkembangan maupun pertumbuhan pada manusia itu. Sebab saraf sangatlah berperan penting dalam kehidupan kaerna dengan bermasalahnya ataupun terjadinya gangguan pada saraf manusia sungguh akan menyebabkan gangguan yang fatal dan sangat serius untuk penanganannya. 

Perlu diketahui bahwa dalam unit terkecil pada sistem saraf manusia adalah neuron. Walaupun neuron ini memiliki ukuran yang kecil tapi memiliki neuron berperan sangat penting dalam banyak hal secara khusus dalam transportasi informasi-informasi yang diterima. 

Nah oleh karena itu perlu kita ketahui, apakah sebenarnya fungsi dari system saraf pada manusia tersebut, ini merupakan fungsi dari system saraf pada manusia.

Fungsi Sistem Saraf

  • Memberi respon/reaksi terhadap stimulasi. 
  • Sebagai penerima informasi dalam bentuk stimulasi atau rangsangan 
  • Memproses informasi yang diterima

Setiap satu sel saraf (neuron) terdiri atas bagian utama yang merupakan badan sel saraf, dendrit dan akson.

  1. Badan sel merupakan bagian neuron yang banyak mengandung cairan sel (sitoplasma) dan terdapatnya nukleus (inti sel). Berfungsi sebagai penerima impuls atau rangsangan dan reaksi dari dendrit dan menghantarkannya menuju akson dengan perantaraan sitoplasma serta untuk mengendalikan kerja sel saraf.. 
  2. Dendrit merupakan penjuluran panjang yang keluar dari badan sel. Berfungsi untuk menghantarkan impuls dari luar sel neuron ke dalam badan sel. 
  3. Akson atau neurit merupaka penjuluran yang panjang keluar dari badan sel. Neurit mirip dengan dendrit. Namun pada neurit hanya ada satu dan berukuran lebih besar dan lebih panjang dari dendrit. Di dalam neurit terdapat benang-benang halus yang disebut neurofibril. Berfungsi untuk menerima impuls dari badan sel dan menghantarkannya ke percabangan akson atau menuju ke efektor seperti otot.

Macam-macam sel syaraf

Menurut fungsinya, sel saraf dibedakan menjadi 4 macam, yaitu saraf sensorik, saraf motorik, saraf asosiasi (penghubung) dan dan saraf adjustor.

1. Saraf sensorik, 

Berfungsi menghantar impuls (pesan) dari reseptor ke sistem saraf pusat, yaitu otak (ensefalon) dan sumsum belakang (medulla spinalis) . Sel saraf ini sangat berhubungan erat dengan alat indra, sehingga disebut juga saraf indra. Ujung akson dari saraf sensorik berhubungan dengan saraf asosiasi/penghubung (intermediet). Neoron sensori mempunyai dendrit yang berhubungan dengan reseptor. Akson neuron sensori berhubungan dengan neuron lain. Badan sel dari neuron sensori ini bergerombol membentuk ganglia. Akson akan berakhir di interneuron. 
Mengenal Sekilas Sistem Saraf Pada Manusia

2. Saraf motorik, 

Berfungsi mengirim impuls dari sistem saraf pusat ke otot atau kelenjar yang hasilnya berupa tanggapan tubuh terhadap rangsangan atau bias dikaji dengan menghantarkan sebuah atau lebih tanggapan dari pusat susunan saraf ke efektor. Badan sel saraf motorik berada pada sistem saraf pusat. 

Struktur neuron motorik ini, yaitu pada bagian ujung dendritnya dihubungkan dengan ujung akson yang berhubungan langsung dengan bagian efektor, yaitu otot maupun kelenjar. 

Dendritnya sangat pendek berhubungan dengan akson saraf asosiasi, sedangkan aksonnya dapat sangat panjang dan berfungsi menghubungkan sel saraf motorik dengan sel saraf sensorik atau berhubungan dengan sel saraf lainnya yang ada di dalam sistem saraf pusat. 

Sel saraf intermediet menerima impuls dari reseptor sensorik atau sel saraf asosiasi lainnya. Kelompok-kelompok serabut saraf, akson dan dendrit bergabung dalam satu selubung dan membentuk urat saraf. Sedangkan badan sel saraf, berkumpul membentuk ganglion atau simpul saraf. 

Pada akhirnya saraf motoric ini akan menghasilkan suatu efektor atau hasial dari rangsangan yang diterima kemudian akan direaksi atau digerakkan dalam bentuk respon. 

3. Saraf asosiasi (penghubung), 

Terdapat pada sistrem saraf pusat yang berfungsi menghubungkan sel saraf motorik dengan sel saraf sensorik atau berhubungan dengan sel saraf lainnya yang ada di dalam sistem saraf pusat. Sel saraf asosiasi menerima impuls dari reseptor sensorik atau sel saraf asosiasi lainnya. Neuron asosiasi disebut juga neuron intermediet. Neuron ini dapat ditemukan pada sistem saraf pusat. Neuron asosiasi dibedakan menjadi dua.
  • Neuron konektor, berfungsi sebagai penghubung neuron satu dengan yang lain.
  • Neuron ajustor, berfungsi sebagai penghubung antara neuron sensorik dan neuron motorik.

Kumpulan serabut sel saraf akson dan dendrit bergabung dalam satu selubung membentuk urat saraf, sedangkan badan sel saraf berkumpul dalam suatu pusat saraf membentuk simpul saraf atau ganglion. 


Satu kumpulan sel saraf dan sel lainnya yang berfungsi mengenali rangsangan tertentu disebut reseptor. Satu sel organ yang menghasilkan tanggapan terhadap rangsangan disebut efektor.

Berikut adalah mekanisme kerja tersebut dapat dibuat bagan sebagai berikut.

Impuls dari dendrit → badan sel → akson → percabangan → neuron lain.

Hubungan antara akson dengan dendrit neuron lain disebut sinapsis. Bila impuls sampai ujung akson, maka akson akan mengeluarkan neurohumor (zat penghantar antar neuron). 


Kejadian penghantaran impuls ini disebut asetilkolin. Zat penghambat (inhibitor), yaitu asetilkolin dan epinerin, akan tetapi zat-zat tersebut dapat dihapus oleh enzim kolinestrase.

4. Neuroglia 

Merupakan kumpulan sel yang berfungsi sebagai pemberi nutrisi pada sel saraf. Neuroglia tersusun atas berbagai macam sel yang berfungsi menyokong, melindungi, dan berperan sebagai sumber nutrisi bagi sel saraf (neuron), baik pada susunan saraf pusat maupun pada susunan saraf tepi.

Saraf adjustor, berfungsi sebagai penghubung saraf sensorik dan motorik di sumsum tulang belakang dan otak.

Macam sistem syaraf pada manusia

Kemudian setelah mengetahui tentang ini akan dilanjut tentang ada 2 macam system saraf pada manusia yang dimana pertama yaitu system saraf pusat dan yang kedua system saraf tepi. 

Pertama kita bahas sedikit tentang fungsi dari system saraf pusat yang memiliki fungsi sebagai pusat koordinasi yang terdiri dari otak dan sumsung tulang belakang

Di antara otak dan sumsum tulang belakang terdapat sumsum lanjutan. Otak dan sumsum tulang belakang mempunyai 3 materi esensial, yaitu:

  1. Badan sel 
  2. Serabut saraf 
  3. Sel-sel neuroglia

Kedua kita bahas sedikit tentang fungsi dari system saraf tepi merupakan semua saraf dan ganglion di luar sistem saraf pusat yang terdiri atas dua bagian, yaitu: sistem saraf sadar (somatik) dan sistem saraf tak sadar (autonom). 


Sistem saraf tepi adalah sistem saraf sadar (somatik) fungsinya sebagai pengatur kerja organ tubuh secara sadar, terdiri atas serabut saraf otak sebanyak 12 pasang dan serabut saraf sumsum tulang belakang (nervus spinalis) sebanyak 31 pasang. 

Sedangkan sistem saraf tak sadar (autonom) merupakan pengatur kerja organ dalam tanpa dipengaruhi kesadaran (bekerja secara otomatis), misalnya jantung yang berdetak. 

Susunan sistem saraf tak sadar terdiri dari sistem saraf simpatetik dan sistem saraf parasimpatetik.

Sekianlah penjelasan yang singkat ini tentang sekilas system saraf pada manusia semoga dapat berguna bagi anda untuk lebih paham dan mengerti betapa pentingnya saraf pada pada manusia yang kita miliki dan harus syukuri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Salam GENUS (Generasi Penerus)

Loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.