Mitos Sejarah Musik Gondang

Diposting pada 1.856 views

Sejarah Musik Gondang

Sejarah musik Gondang yaitu alat musik yang memakai alat-alat terbuat dari perunggu di Sumatera yang biasanya terdiri dari perlengkapan yang punya empat sampai dua belas gong kecil, satu atau dua gong besar yang digantungkan, dua sampai sembilan kendang, satu alat tiup, penyari dan gembreng. 


Satu ansambel yang khas jenis ini ada di Gondang Sabangunan dari batak Toba. Dalam ansambel ini masih tetap dipakai dalam acara upacara agama Parmalim. Gondang Sabangunan mempunyai peran yang penting sekali dalam upacara agama tersebut.

Musik Gondang Sabangunan ini dipakai dalam upacara agama untuk menyampaikan suatu doa manusia ke dunia atas. Disaat musik ini dimainkan, pemain sarune dan pemain taganing dianggap sebagai menifestasi Batara Guru


Dalam sejarahnya musik ini dipergunakan untuk berkomunikasi dengan dunia atas dan rupanya tranformasi pemain musik ini terjadi untuk memudahkan hubungan dengan dunia atas. 

Cerita Mitos Musik Gondang

Transformasi pandangan ini dalam mitos Batak sangat mirip dengan yang ada di Bali. Diketahui menunjukkan bukti secara tidak langsung bahwa ada hubungan purbakala di antara kebudayaan Batak Toba dan Kebudayaan Bali.

Walaupun hal tersebut belum dapat dibuktikan ada kemungkinan yang berhubungan dengan sejarah karena kedua kebudayaan masing-masing berhubungan paling sedikit sebagai batas keluar Kerajaan Majapahit. 

Mitos Sejarah Musik Gondang


Berkaitan dengan konsep kosmos bertingkat tiga ada konsep tentang faktor mediasi, yaitu pohon kosmos atau pohon hidup. Diketahui bahwa pohon hidup ini menyatakan tiga dunia mempunyai hubungan simbolis dengan pohon Bodhi dalam agama Budha, kayon di wayang Bali dan Jawa, dan barangkali konsep ini lebih tua dari agama Budha dan agama Hindu. 

Dalam konsep Batak, peran musik mirip peran pohon kosmos yaitu musik juga menghubungkan dunia masing-masing. Melalui musik Gondang batasan di antara dunia dapat ditembus, doa manusia dapat sampai kepada debata, dan berkah debata dapat disampaikan kepada manusia. Debata merupakan bahasa Batak Toba memiliki arti Sang Penguasa Jagat Raya atau Tuhan Yang Maha Esa.

Musik Gondang berhubungan dengan dunia ruh

Sejalan dengan itu datanglah ajaran agama Kristen ke Tanah Batak, dimana pokok kebudayaan Batak sangat berbeda. Interaksi dengan agama yang baru datang ini dan nilai-lain barat yang menggoncangkan kebudayaan tradisi Batak Toba sampai ke akar-akarnya. 


Sebab menurut ajaran agama Kristen, musik Gondang ini berhubungan dengan kesurupan, pemujaan roh nenek moyang, dan agama Batak asli, sehingga terlalu bahaya untuk dibolehkan terus untuk dimainkan lagi.

Demikianlah artikel ini dibuat semoga dapat membantu dan bermanfaat untuk menambah wawasan anda tentang sejarah Musik Gondang ini.

Salam GENUS (Generasi Penerus)

Loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.