Pembentukan plasenta dan fungsinya

Diposting pada 519 views
Terjadinya pembentukan plasenta ini ketika pada bulan ketiga. Plasenta disebut juga dengan ari-ari atau tembuni. Plasenta ini memiliki bentuk pipih dan berkembang dari karion dan sebagian endometrium

Fungsi plasenta

Fungsi plasenta yaitu sebagai berikut.

  1. Mencegah mikroorganisme masuk ke tubuh janin.
  2. Menghasilkan beberapa hormon yang dibutuhkan untuk memelihara kehamilan.
  3. Memungkinkan oksigen dan makanan dari darah ibu berdifusi ke darah janin.
  4. Memungkinkan karbon dioksida dan sisa metabolisme janin berdifusi ke darah ibu.

Diketahu bahwa plasenta ini merupakan salah satu penghubung antara ibu dengan janin atau si calon bayi. 


Dengan adanya plasenta banyak sekali manfaat dan kegunaannya yang dapat dirasakan oleh janin. Sebab tanpa adanya plasenta ini tentunya sulit untuk janin dapat menghasilkan makanan dengan sendirinya. Sebab janin belum mampu untuk mencari makanan sendiri. 

Manusia yang sudah mampu berjalan saja pun tetap perlu bantuan untuk mampu menghasilkan dan mendapatkan makanan, apalagi sebuah janin. Itulah luar biasannya plasenta yang memiliki peran penting sebagai penghubung dan memiliki hubungan yang sangat erat bagi janin dan ibunya.
Pembentukan plasenta dan fungsinya

Tali pusar

Diketahui selama pertumbuhan embrio, pada karion tumbuh struktur seperti jari-jari korion tumbuh struktur seperti jari-jari yang disebut vili korion


Vili korion mengandung pembuluh darah janin dari alantois. Vili korion tumbuh terus hingga terendam pada ruang darah ibu yang disebut ruang intervili. Darah ibu dan janin akan berdekatan, namun tidak bercampur. 

Fungsi vili korion adalah tempat pertukaran oksigen dan makanan dari darah ibu ke bayi. Dari pembuluh darah pada vili, makanan akan disirkulasikan ke vena umbilicus (tali pusar), dan kemudian sisa metabolisme dari janin akan meninggalkan janin lewat arteri umbilicus dan berdifusi ke darah ibu.

Susunan tali pusar memiliki lapisan terluar amnion yang mengandung arteri umbilicus dan vena umbilicus serta diperkuat oleh jaringan ikat pipih dan allantois. Apabila bayi telah lahir maka tali pusar kan tetap menempel di perut bayi hingga beberapa hari. 


Setelah itu kemudia tali pusar tanggal, kemudia akan meninggalkan bekas di perut yang disebut pusar.

Demikianlah artikel ini semoga dapat membantu dan bermanfaat bagi anda tentang pembentukan dan pentingnya plasenta.

Salam GENUS ( Generasi Penerus)
Loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.