Pengertian, Ciri-Ciri dan Tujuan Pendidikan Holistik

Diposting pada 327 views

Pendidikan holistik dipahami sebagai suatu pola pendidikan yang memposisikan guru sebagai fasilitator, mentor maupun sahabat bagi siswa. Hal yang menonjol dalam sistem pendidikan holistik ialah berkurangnya. Pola pengajaran guru yang identik sebagai pengontrol serta pemimpin dalam suatu proses pembelajaran.

Dalam sistem pendidikan ini, siswa diajak untuk berpartisipasi aktif mengungkapkan gagasan-gagasannya terkait materi pelajaran yang sedang diajarkan.

Pendidikan Holistik

Pendidikan Holistik

Pengertian Menurut Para Ahli

Untuk memahami konsep pendidikan ini secara lebih jelas, berikut ini kami sajikan ulasan tentang pengertian pendidikan holistik menurut para ahli:

1. Jean Rossou

Jean Rossou seorang tokoh klasik perintis pendidikan holistik mengungkapkan bahwa pendidikan holistik merupakan bagian suatu filsafat pendidikan yang bersumber dari pola pikir bahwa seorang individu pada dasarnya menemukan identitas, tujuan dan makna dalam kehidupan melalui hubungannya dengan masyarakat, nilai spiritual dan lingkungan alam.

2. Abraham Maslow

Pendidikan jenis ini merupakan bentuk proses pembelajaran yang berfokus pada potensi para peserta didik dalam berbagai aspek baik aspek emosional, fisik, intelektual, kreatif, artistik dan spiritual. Proses pembelajaran menjadi tanggung jawab pribadi sekaligus menjadi bagian tanggung jawab secara kolektif.

Oleh sebab itu strategi pembelajaran lebih diarahkan bagaimana proses mengajar dan bagaimana siswa/peserta didik belajar.

3. Miller dan John

Pengertian pendidikan holistik menurut Miller dan John merujuk pada pemahaman bahwa pendidikan holistic merupakan sebuah pengembangan yang menyeluruh terkait semua potensi yang dimiliki peserta didik sehingga tercipta proses belajar mengajar yang harmonis.

4. Akhmad Sudrajad

Menurut Akhmad Sudrajad, pendidikan holistik adalah suatu filsafat pendidikan yang berasal dari pola pemikiran bahwa pada dasarnya seorang individu dapat menemukan identitasnya serta tujuan hidupnya lewat hubungan dan interaksi masyarakat dan nilai kemanusiaan yang berwujud kasih sayang, cinta dan perdamaian.

Baca Juga  Belajar Majas Perbandingan

5. Kamus Psikologi Reber

Berdasarkan kamus psikologi Reber, diistilahkan yang merujuk pada pendekatan filosofis yang erat kaitannya dengan organisme hidup. Pengertian holistik mengarah pada suatu fenomena yang sangat kompleks dan tidak dengan mudah dipahami dari suatu analisis yang menyeluruh.

6. Yuwono

Menurut Yuwono, pengertian pendidikan holistik merujuk pada sebuah pandangan tentang manusia secara menyeluruh baik dari segi kognitif, afektif hingga aspek perilakunya.

Pendidikan ini sangat memahami betapa pentingnya keterkaitan manusia dengan lingkungan, keterkaitan manusia dengan Tuhan sang pencipta juga keterkaitan manusia dengan sesamanya.

Ciri-ciri

Sistem pendidikan ini memiliki ciri-ciri antara lain:

  • Sistem pendidikan holistik memiliki proses yang sangat khas yakni lebih mengutamakan kebutuhan siswa dalam hubungan interaksi di tengah-tengah masyarakat.
  • Tujuan sistem pendidikan holistik adalah menciptakan manusia dan masyarakat seutuhnya.
  • Penyajian materi pengajaran dalam pendidikan holistik dengan menyatukan dan mengombinasikan kecerdasan baik intelektual, emosional maupun ketrampilan dalam kajian bidang pendidikan jasmani dan rohani.
  • Proses evaluasi pendidikan holistik lebih menonjolkan tercapainya perkembangan siswa berupa penguasaan di berbagai bidang mencakup aspek kognitif, sikap dan perilaku.

Penyusunan kurikulum berdasarkan beberapa acuan antara lain:

  • Proses kegiatan belajar mengajar harus memperhatikan penyajian materi yang kreatif dan artistik.
  • Proses kegiatan belajar mengajar harus mampu membuka wawasan para peserta didik sehingga berwawasan semakin luas.
  • Penyajian materi dalam kegiatan belajar mengajar hendaknya mampu menyeimbangkan proses pembelajaran individu dengan kelompok.
  • Mampu memberikan perhatian secara khusus terhadap hubungan pokok suatu bahasan dalam tingkatan transdisipliner.
  • Mampu memberikan kesadaran secara ekologis pada siswa.
  • Mampu mengarahkan siswa agar selalu mempunyai ketertarikan akan komunitas di lingkungan sekitarnya.
  • Berkewajiban mampu menciptakan pertumbuhan sebuah multiple intelligences pada setiap pembelajarannya.
  • Mengutamakan spritualitas dalam setiap proses praktek dalam kegiatan belajar mengajar.
  • Siswa diarahkan pada kesadaran akan jati dirinya sendiri dan potensi yang ia miliki. Siswa diajak untuk memahami eksistensi dirinya di tengah masyarakat melalui potensi yang dimiliki.
  • Pembelajaran pada sistem pendidikan holistik tak hanya mengarah pada pemikiran secara linear atau analitis namun juga mengarah pada pemikiran secara intuitif.
Baca Juga  Langkah Pemerintah dalam Melindungi Hewan dan Tumbuhan Langka

Tujuan Pelaksanaan

Tujuan sistem pendidikan ini yakni:

1. Dapat Mengembangkan dan Menggali Potensi Individu

Menggali dan mengembangkan potensi individu melalui proses pembelajaran yang sangat menyenangkan, humoris, menggairahkan serta demokratis beradasarkan pengalaman yang diperoleh dari interaksi ditengah-tengah lingkungan masyarakat.

2. Mengembangkan Kecakapan Sosial dan Pola Kepribadian

Peserta didik diharapkan mampu menemukan jati dirinya sendiri saat pendidikan holistik diterapkan. Dalam konteks pendidikan diatas, peserta didik memperoleh kebebasan secara psikologis dengan melakukan pengambilan keputusan yang tepat.

Melakukan pemilihan metode pembelajaran yang sesuai dengan keadaan dirinya dan memperoleh kecakapan sosial berupa kemajuan dan pengembangan pola kepribadian.

Nah, demikianlah ulasan tentang pengertian dan ciri-ciri pendidikan holistik. Semoga ulasan di atas bermanfaat membuka wawasan Anda tentang pengertian pendidikan holistik dan ciri-cirinya.

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *