Pengertian, Macam-Macam Jenis dan Pentingnya Zakat

Pengertian, Macam-Macam Jenis dan Pentingnya Zakat ~ Apa Itu Zakat? Pengertian dan Jenisnya – Zakat menjadi suatu hal yang penting dan wajib bagi umat muslim, apalagi bagi umat muslim yang sudah baligh dan juga yang sudah memiliki pengahasilan.

Namun apakah semua orang sudah tahu mengenai Pengertian, Macam-Macam Jenis dan Pentingnya Zakat ini?

Pengertian, Macam-Macam Jenis dan Pentingnya Zakat

Pengertian, Macam-Macam Jenis dan Pentingnya Zakat

Pengertian

Berdasarkan bahasa zakat diartikan dalam tiga bentuk, yaitu An-Nama, Ath-Thaharah, dan Ash-Sholahu. An-Nama atau tumbuh dan berkembang memiliki arti bahwa mengeluarkan zakat tidak akan mengurangi harta yang dimiliki, namun dengan kuasa Allah SWT harta tersebut akan tumbuh dan berkembang.

Sedangkan arti dari Ath-Thaharah adalah suci. Maksudnya apabila seorang muslim mengeluarkan zakat atas hartanya maka hal tersebut akan membersihkan atau mensucikan jiwanya dari sifat buruk.

Dan yang terakhir yaitu arti dari Ash-Sholahu yang berarti baik. Maksudnya adalah dengan berzakat harta kita akan menjadi baik dan juga memperbaiki kualitas harta sehingga akan lebih berguna untuk dunia dan akhirat.

Lalu apakah arti dari zakat menurut istilah. Secara syara’ atau kata lain dari istilah zakat merupakan sebuah ibadah wajib bagi umat muslim dengan memberikan sejumlah harta kekayaan dengan nominal tertentu kepada orang yang berhak menerimanya sesuai dengan aturan hukum/syariat Islam.

Pentingnya Zakat

Zakat dalam konsep ajaran Islam yang dilakukan berdasarkan Al-Quran dan Sunnah Rasul bahwa harta yang dimiliki oleh tiap orang di dunia ini merupakan amanah yang diberikan oleh Allah SWT dan memiliki fungsi sosial.

Oleh karena itu zakat merupakan kewajiban bagi umat muslim. Dengan berzakat kita bisa membantu sesama dan memperbaiki hidup orang lain.

Macam-Macam Zakat

Menurut Islam, Zakat terbagi menjadi dua jenis, yaitu zakat fitrah/nafs dan zakat mal/harta.

1. Zakat Fitrah

Zakat fitrah memiliki fungsi untuk mengembalikan umat muslim kepada fitrahnya dengan mensucikan jiwa dari dosa akibat dari pergaulan dan sebagainya. Itulah mengapa zakat tersebut dinamakan zakat fitrah.

Zakat fitrah dilakukan dengan cara memberikan bahan makanan pokok atau makanan pokok daerah tertentu yang berbeda dari daerah lainnya. Seperti misalnya beras, jagung, tepung, atau bahan-bahan lainnya.

Melakukan zakat fitrah hukumnya adalah wajib seusai bulan Ramadhan, sebelum melakukan shalat id. Apabila dilakukan setelah melakukan Shalad Id maka bukan lagi zakat fitrah namanya, melainkan sedekah.

Membayarkan zakat fitrah adalah dengan memberikan 2.5 kg beras atau 3.2 liter beras kepada kaum yang berhak menerimanya. Lalu siapakah yang berhak menerima zakat? Hal tersebut akan dibahas di akhir artikel ini.

2. Zakat Maal

Pengertian dari zakat maal adalah zakat yang dikenakan atas suatu harta atau maal yang dimiliki oleh seseorang atau badan hukum atau lembaga dengan ketentuan-ketentuan yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Maal atau harta menurut bahasa memiliki arti segala seusatu yang diinginkan oleh seluruh manusia untuk dimiliki dan disimpan. Namun menurut hukum Islam, maal atau harta berarti segala hal yang dimiliki oleh manusia dan bisa digunakan untuk memberikan manfaat menurut kebiasaan.

Terdapat dua syarat apa saja yang bisa dikatakan sebagai mall atau harta tadi, syarat tersebut adalah :

  1. Dapat dimiliki, disimpan, dihimpun atau dikuasai.
  2. Benda tersebut dapat diambil manfaatnya sesuai dengan fungsinya, seperti mobil, rumah, uang, emas, perak dan yang lainnya.

Seperti yang sudah dikatakan pada penjelasan Zakat fitrah bahwa bagian terakhir adalah menjelaskan mengenai siapa saja yang berhak menerima zakat fitrah atau zakat maal. golongan tersebut terbagi menjadi 8 golongan.

1. Golongan Fakir

Golongan fakir dalam berzakat adalah orang yang tidak memiliki apa-apa sehingga sangat kesulitan untuk memenuhi biaya hidup atau kebutuhan pokok hidupnya.

2. Golongan Miskin

Golongan miskin merupakan golongan yang memiliki harta, namun walau memiliki harta mereka tetap kesulitan untuk memenuhi kebutuhan primer untuk menjalankan hidup.

3. Golongan Amil

Pengertian amil adalah orang-orang mulia yang memiliki tugas untuk membagikan dan juga mengumpulkan zakat.

4. Golongan Mu’allaf

Golongan mu’allaf merupakan orang-orang yang menerima hidayah dari Allah SWT untuk berpindah keyakinan ke Islam. Golongan ini tentu saja membutuhkan bantuan dalam menyesuaikan dirinya dengan Islam dan juga butuh untuk diperkenalkan dengan zakat.

5. Golongan Hamba Sahaya

Golongan ini merupakan golongan orang-orang yang ingin memerdekakan dirinya.

6. Golongan Gharimin

Merupakan golongan dimana mereka memiliki utang akan suatu yang halal, namun sayangnya mereka tidak bisa melunasi atau memenuhi utangnya tersebut.

7. Golongan Fisabilillah

Golongan ini berisikan orang-orang yang berjuang di jalan Allah SWT.

8. Golongan Ibnu Sabil

Golongan yang terakhir adalah golongan Ibnu Sabil. Merupakan orang yang merantau dan kesulitan dalam hal biaya ketika melakukan perjalanan.

Demikianlah Pengertian, Macam-Macam Jenis dan Pentingnya Zakat. Sehingga dengan membaca artikel ini dapat membantu saudara untuk memahami lebih dalam mengenai apa itu zakat. Semoga dapat bermanfaat.

Loading...
loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *