Pengertian Mikroorganisme Archaebacteria dan Eubacteria

Diposting pada 599 views

Mikroorganisme Archaebacteria dan Eubacteria ~ Mikroorganisme merupakan makhluk hidup terkecil yang ada di dunia. Untuk melihatnya manusia harus menggunakan bantuan mikroskop.

Mikroorganisme diketahui merupakan makhluk hidup pertama yang ada di Bumi ini. Banyak jenis mikroorganisme seperti bakteri, alga, atau virus. Khusus untuk nama terakhir masih diperdebatkan statusnya. Apakah makhluk hidup atau benda mati.

Untuk bakteri, tentu kita sudah mengenalnya dari pelajaran biologi ataupun membaca buku-buku tentang bakteri. Ada dua macam bakteri yang kita kenal. Yakni jenis Archaebacteria dan Eubacteria.

Pengertian Mikroorganisme Archaebacteria dan Eubacteria
Pengertian Mikroorganisme Archaebacteria dan Eubacteria

Pengertian Mikroorganisme Archaebacteria dan Eubacteria

A. Archaebacteria

1. Pengertian Archaebacteria

Bakteri Archaebakteria adalah bakteri yang berbeda dari bakteri lain. Bakteri ini diduga kuat sebagai bakteri yang muncul pertama kali di dunia.

Atas dasar itulah Archaebacteria disebut juga dengan bakteri purba. Kemampuan bertahan hidup bakteri ini sangat luar biasa. Dia bisa hidup dalam keadaan yang sangat ekstrim.

Seperti di tempat dengan kadar sulfur tinggi, ventilasi laut dalam, dan lain-lain. Dinding sel bakteri ini juga tergolong unik karena strukturnya menyerupai protein dan kimia dan memiliki ribosom yang khas.

Bakteri Archaebacteria ini dapat menghasilkan gas metana yang dalam kandungan tinggi dapat bersifat racun. Mereka menggunakan senyawa sederhana seperti asetat dan metanol kemudian mereaksikannya dengan karbondioksida serta hidrogen di udara dan membuangnya menjadi metana sebagai hasil samping.

2. Ciri-ciri Archaebacteria

Bakteri Archaebacteria memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Sifatnya anaerob (tidak membutuhkan oksigen bebas untuk hidup).
  2. Menghasilkan gas metana sebagai hasil samping metabolismenya.
  3. Dinding sel tidak umum, yaitu berupa peptidoglikan.
  4. Mikroskopik.
  5. Mampu hidup di tempat ekstrim. Kebanyakan berada di saluran pencernaan manusia dan hewan, tempat kotor, tempat sampah, lingkungan asam, dan lain-lain.
  6. Uniseluler.
  7. Hidup berkoloni.
  8. Memiliki bentuk yang bermacam-macam. Ada yang spiral, batang, tidak beraturan, dan lain-lain.
  9. Bereproduksi dengan cara membelah diri, membentuk tunas, dan fragmentasi.

3. Jenis Archaebacteria

Secara umum archaebacteria terdiri dari organisme heterotrof dan autotrof. Sedangkan untuk jenis, archaebacteria memiliki jenis sebagai berikut.

  1. Halobacterium
  2. Bakteri termo-asidofil
  3. Bakteri Metagen.

B. Eubacteria

1. Pengertian Eubacteria

Nama eubacteria berasal dari bahasa Yunani yaitu eu yang berarti sejati. Eubacteria juga biasa disebut bacteria atau yang disederhanakan menjadi bakteri. Eubacteria inilah yang kita kenal sebagai bakteri.

Eubacteri meliputi seluruh mikroorganisme prokariotik yang mampu hidup di seluruh tempat di bumi (kosmopolit).

Uniknya, meskipun eubacteria dan archaebacteria telah dipisahkan dalam kingdom yang berbeda, istilah eubacteria masih tetap digunakan untuk seluruh bakteri prokariotik kosmopolit baik itu dari kelompok eubacteria sendiri maupun dari kelompok archaebacteria.

Istilah bakteri sendiri berasal dari kata bacterion yang memiliki makna batang kecil. Bakteri pertama kali ditemukan pada tahun 1674 oleh ilmuwan bernama Antony van Leuuwenhoek dari Belanda. Mikroskop lensa tunggal juga ditemukan oleh beliau.

2. Ciri-ciri Eubacteria

Ciri-ciri eubacteria adalah sebagai berikut.

  1. Memilii bentuk yang bervariasi.
  2. Sebagian besar eubacteria tidak memiliki klorofil.
  3. Tidak memiliki inti membran atau prokariotik.
  4. Hidup secara parasit.
  5. Merupakan bakteri patogen.
  6. Bakteri bersel satu (uni seluler)

3. Jenis-jenis Eubacteria

Eubacteria memiliki jenis yang beragam berdasarkan anggota selnya, seperti dinding sel, letak dan jumlah flagela, dan berdasarkan cara hidupnya.

1. Berdasarkan Dinding sel

  • Bakteri Gram positif
  • Bakteri Gram negatif
  • Tidak berdinding sel

2. Berdasarkan Flagel

  • Monotrik
  • Lofotrik
  • Amfitrik
  • Peritik

3. Berdasarkan cara hidup

  • Bakteri Autotrof
  • Bakteri Heterotrof
Loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.