Pengertian, sejarah, bagian dan cara menggunakan Mikroskop

Diposting pada 392 views

Pengenalan dan pengertian Mikroskop

Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk melihat benda-benda yang sangat kecil (mikro) yang tidak dapat dilihat oleh mata biasa.

Dalam era sekarang, orang lebih banyak menggunakan Mikroskop elektron, kelebihan dari Mikroskop elektron adalah dapat melihat gambaran tentang molekul-molekul yang menyusun sel makhluk hidup.

Dibanding Mikroskop yang lebih dulu yaitu mikroskop cahaya yang hanya bisa memperbesar bayangan benda hingga ribuan kali.

Sejarah Mikroskop

Mikroskop pertama kali dibuat oleh Antonie Van Leeuwenhoek yang hidup antara tahun 1632 – 1723.

Bagian – bagian Mikroskop

Pengertian, sejarah, bagian dan cara menggunakan Mikroskop
Bagian – bagian Mikroskop

a. Lensa Okuler

Terletak dekat dengan mata pengamat dan berfungsi sebagai pembesar penampakan benda yang dibentuk oleh lensa objektif.
Sifat bayangannya adalah: maya, tegak, diperbesar.

b. Tabung Okuler ( Tubus Okuler)

Tabung Okuler berfungsi sebagai pengatur fokus yang dapat dinaikkan dan diturunkan.

c. Pengatur fokus kasar ( makrometer)

Bagian yang memiliki fungsi sebagai pem-fokus bayangan obyek secara cepat sehingga tabung mikroskop dengan cepat bisa naik dan turun.

d. Pengatur fokus halus ( Mikrometer)

Bagian yang berfungsi memfokuskan objek secara lambat, tabung mikroskop naik turun dengan lambat.

e. Revolver

Revolver adalah bagian yang dapat berputar, fungsinya sebagai pemilih lensa objektif yang akan digunakan.

f. Lensa Objektif

Berdekatan dengan objek berfungsi untuk membentuk bayangan objek dan memperbesar benda yang diamati.
Sifat bayangannya adalah: nyata, terbalik, diperbesar.

g. Lengan Mikroskop

Bagian Mikroskop yang berguna untuk pegangan saat diangkat atau dipindahkan.

h. Meja Objek (benda)

Berfungsi sebagai tempat meletakkan objek yang akan diamati.

i. Penjepit Objek

Bagian yang berfungsi untuk menjepit objek di atas meja objek agar kedudukan objek stabil dan tidak berubah.

j. Kondensor

Kondensor adalah lensa tambahan (option) yang berfungsi untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk ke dalam mikroskop.

k. Diafragma

Bagian berupa lubang yang dapat di atur besar dan kecilnya yang berfungsi mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk ke mikroskop.

l. Cermin / reflektor

Sebagai pengarah cahaya agar tetap masuk ke dalam mikroskop, di bagi menjadi dua bagian yaitu cermin datar dan cermin cekung.

m. Kaki Mikroskop

Bagain mikroskop yang berfungsi menjaga agar tetap berdiri dengan mantap di atas meja datar.

Cara menggunakan Mikroskop

1. Letakkan mikroskop di atas meja dengan lensa okuler menghadap kita, sedangkan revolver dan cermin berada paling jauh dari kita. Meja objek dalam keadaan datar.

2. Putar revolver , atur lensa objektif dengan pembesaran lemah dapat ditengah meja benda ( membuat garis lurus dengan okuler dan cermin) hingga terdengar bunyi klik.

3. Putar pengatur kasar hingga lensa objektif berjarak kira-kira 1 cm dari meja objek.

4. Buka diafragma agar cahaya dari cermin dapat dipantulkan ke lensa objekstif.

5. Naikkan kondensor setinggi mungkin.

6. Dengan melihat melalui lensa okuler atur cermin hingga diperoleh cahaya sebanyak mungkin.

7. Atur diafragma dan kondensor hingga melalui okuler bisa dilihat bidang penglihatan yang jelas, terbentuk sebuah lingkaran ( bulat) dengan cahaya merata.

8. Letakkan kaca benda yang mengandung benda yang akan dilihat ditengah-tengah meja benda. Turunkan lensa objektif dengan melihat dari samping kira-kira berjarak 3 mm dari kaca benda.

9. Sambil mengamati melalui lensa okuler , putar pengatur kasar ke atas sehingga benda yang diamati tampak jelas. Jika perlu atur cermin dan diafragma serta kondensor untuk memperoleh bayangan yang paling baik. Demikian pula kaca benda dapat digeser-geser agar dapat melihat dengan tepat bagian yang di amati.

10. Jika dibutuhkan perbesaran kuat, putar revolver hingga lensa objektif berganti dengan perbesaran kuat menggantikan lensa objektif dengan perbesaran lemah. Untuk mendapat bayangan yang jelas, putar pengatur halus sambil tetap mengamati melalui lensa okuler.

11. Bukalah kedua mata saat melihat mikroskop melalui lensa okuler.
[post_ads]

Hal – hal yang perlu diperhatikan pada saat menggunakan mikroskop

1. Jangan arahkan mikroskop ke sumber cahaya secara langsung, karena dapat merusak mata.

2. Memulai dengan lensa objetif dengan pembesaran paling lemah pada setiap melakukan pengamatan.

3. Pastikan objek dalam keadaan tertutup oleh gelas penutup.

4. Kedudukan meja objek hendaknya dalam keadaan rata.

5. Jangan meraba lensa dengan jari karena kotor akan menempel dan menjadikan tumbuh jamur.

6. Jangan terjadi kontak langsung antara lensa objektif dengan objek.

7. Membersihkan lensa dengan kain / kertas lensa khusus.

8. Menghindari penyinaran mikroskop di tempat lembab udara.
Loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.