Aliexpress INT
Kirim Artikel
Need Backlink From This Web PRchecker.info

Perbedaan cara komunikasi otak Pria dan Wanita

Dalam berkomunikasi, pertama kali mendapatkan informasi suatu permasalahan, pria akan cenderung untuk menggunakan logika ( wilayah otak kiri lebih dominan), sedangkan wanita cenderung menggunakan perasaan ( penggunaan otak kanan dominan).

Hal ini terjadi bukanlah suatu hal yang lahir dari permasalahan bahwa pria lebih cerdas daripada wanita, namun karena terjadi penggunaan perbedaan otak.

Salah satu contoh sederhana dalam konteks ini ialah seorang wanita tidak harus memiliki sejumlah alasan logis untuk menangis, sedangkan bagi kaum pria tidak demikian.

Menangis dalam kamus wanita adalah penggunaan otak kanan yang mengungkapkan bahasa perasaannya. Sedangkan bagi pria, dimana otak kiri lebih dominan, logikanya akan mengatakan untuk selalu mencari perbandingan dan alasan untuk menangis.

Di sisi lain, percakapan pria biasanya cenderung ber-fokus pada fakta-fakta, sementara percakapan wanita cenderung menekankan pada perasaan di balik fakta-fakta.

Perbedaan cara komunikasi otak Pria dan Wanita

Pria mengatasi masalah paling baik dengan memikirkan satu masalah pada satu waktu, biasanya dengan berfikir sendiri. Namun, wanita secara umum perlu membicarakan masalah mereka dengan orang lain untuk memproses pikiran mereka.

Pria mendekati situasi dengan keinginan kuat untuk membuat keputusan dan mengambil tindakan, sementara wanita kadang hanya ingin membicarakan bagaimana perasaan mereka tentang situasi yang sama.

Pria cenderung berbicara secara langsung dan menggunakan kata-kata literal atau harfiah, sementara wanita cenderung berbicara secara tidak langsung.

Jadi bagi para istri, berikan suami waktu dan ruang yang dia butuhkan untuk memikirkan beberapa isu sendiri, lalu bekerja sama dengannya untuk menemukan solusi yang bisa dilakukan berdua, berbicaralah dengannya secara langsung dengan cara yang bisa dia mengerti secara jelas.

Para suami, dengarkanlah pembicaraan istri ketika membagi hal-hal yang dihadapi dan tanyakanlah beberapa pertanyaan untuk mengklarifikasi makna dari apa yang dikatakan.

Loading...
loading...
2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *