Perbedaan Hormon pria dan wanita

Diposting pada 753 views
Pada tahun 1950, berkembang pemikiran bahwa wanita memiliki kemampuan berfikir yang lebih hebat dari pria. Hal ini dikarenakan produksi hormon tubuh wanita lebih besar daripada pria.

Perbedaan hormonal pada pria dan wanita, terjadi pada saat pembentukan jenis kelamin. Pada dasarnya, hormon yang mendominasi antara pria dan wanita memang berbeda dan hal ini akhirnya mempengaruhi komposisi otak pria dan wanita.

Pria memiliki hormon testoteron sebanyak 20 kali lebih banyak pada sistem mereka daripada wanita. Hal ini membuat pria biasanya lebih agresif, dominan, dan lebih bisa fokus pada aspek fisik seks dibandingkan wanita.

Pada usia remaja, otak pria akan mengalami puncak perkembangan testoteron. Hal ini ditandai dengan melewati masa pubertas. Meskipun hal tersebut sudah menjadi pengetahuan umum dalam masyarakat kebanyakan tetapi di balik masa pubertas, otak pria mengalami pergolakan dengan sistem sekolah yang cenderung mengekang dan terpenjara.

Pada fase ini, otak pria akan selalu berkonflik karena sedang mengalami saat-saat untuk mencari kebebasan dan petualangan.

Perbedaan Hormon pria dan wanitaKetika seorang pria harus menjadi ayah, otak pun mengalami perubahan khas, yakni sirkuit untuk rangsangan seksual ditekan karena testosteron sudah berkurang dan adanya prolaktrin tinggi.

Sirkuit audio meningkat saat mendengar tangisan bayi. Efeknya pada perubahan realitas adalah sang ayah mempunyai fokus utama dalam melindungi ibu dan bayinya, membiayai kehidupan keluarganya dan lebih peka saat mendengar tangisan bayi dibandingkan yang belum menjadi seorang ayah.

Pada pria paruh baya, perubahan otak khas pria juga terjadi ketika aktivitas testosteron dan vesopresin yang berkurang secara berlahan. Maka disinilah puncak kematangan pria. Dimana fokus utamanya adalah membesarkan anak, mempertahankan karier, dan aktivitas seks sudah mulai berkurang.

Memasuki usia lanjut (andropause), sirkuit otak pria yang biasanya dipenuhi oleh testosteron dan vesopresin sudah berkurang. Rasio estrogen terhadap testosteron meningkat.

Oksitosin pun semakin meningkat. Pada fase ini pula, pria paling mirip dengan perempuan karena oksitosin membuat mereka lebih terbuka pada kasih sayang dan perasaan serta testosteron yang berkurang membuat mereka tidak terlalu agresif.
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *