Sejarah Tentang Manusia Purba

Diposting pada 18.086 views

Sejarah Manusia Purba

Banyak ilmuwan mengatakan bahwa manusia purba adalah nenek moyang dari manusia pada zaman sekarang. Mereka mengalami evolusi sehingga lama-lama mengalami perubahan pada bentuk dan ukuran tubuh, serta perubahan pada cara hidup di bumi.

Manusia Purba
Manusia Purba

Dan pada kesempatan kali ini, kami akan membahas mengenai jenis-jenis manusia purba serta corak kehidupan pada masanya. Berikut ini ulasan selengkapnya.

Jenis Manusia Purba

1. Homo (Manusia)

Jenis manusia purba homo ini berhasil ditemukan pada lapisan tanah notopurpo. Jika diamati dari lapisan tanah tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa usia manusia purba jenis ini antara 25.000-40.000 tahun.

Ciri-ciri dari homo adalah sudah memiliki dagu, rahang dan gigi sudah menyusut, tinggi badan antara 130-210 cm, otak lebih berkembang, dan tonjolan di dahi sudah berkurang.

Jenis-jenis homo yang telah kami dapatkan dari beberapa sumber adalah sebagai berikut :

a. Homo Rhodesiensis

Penemuan pertama kali di dalam gua Broken Hill yang terletak di Rhodesia (Zimbabwe) pada tahun 1924 oleh Robert Brom dan Raymond Dart.

b. Homo Neanderthalensis

Lokasi penemuannya adalah di lembah sungai Neander, Jerman, yaitu oleh Rudolf  Virchow.

c. Homo Cro-Magnon

Fosil jenis ini ditemukan goa Cro Magnon, Perancis pada tahun 1868. Jika diamati, jenis homo Cro-Magnon lebih mirip dengan bentuk manusia pada zaman sekarang.

d. Homo Soloensis

Meruapakan jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia yaitu di sekitar Bengawan Solo, oleh Weidenrich dan Von Koenigswald tahun 1934.

2. Pithecanthropus (Manusia Kera)

Jenis manusia kera ini paling banyak ditemukan di Indonesia. Diperkirakan usianya sekitar 30.000-2 juta tahun.

Ciri-ciri Pithecanthropus adalah tidak memiliki dagu, hidung lebar, badan tegap, tinggi badan 165-180 cm, kening tebal, dan makan hewan buruan serta tumbuhan.

Jenis-jenis dari manusia kera adalah sebagai berikut :

a. Pithecanthropus Erectus

Merupakan jenis manusia kera yang telah berjalan tegak. Fosilnya ditemukan tahun 1890 oleh Eugene Dubois di sekitar sungai Bengawan Solo.

b. Pithecanthropus Mojokertensis (Pithecanthropus Robustua)

Penemuan pertama tahun 1936 di dekat Mojokerto Jawa Timur oleh Von Koenigswald.

c. Pithecanthropus Soloensis

Pertama kali ditemukan oleh Openorth dan Von Koenigswald sekitar tahun 1931-1933, di tepi sungai Bengawan Solo.

4. Meganthropus Palaeojavanicus (Manusia Raksasa dari Jawa Kuno)

Perkiraan usianya adalah 1-2 juta tahun dan menjadi manusia purba tertua di Indonesia. Ciri-ciri jenis manusia purba ini adalah memiliki gigi dan rahang yang kuat, tidak memiliki dagu, makan tumbuhan, tulang pipi tebal, serta ada tonjolan di belakang kepala dan kening.

Corak Kehidupan dari Manusia Purba

Manusia purba memiliki cara hidup yang sederhana dan masih bergantung dengan alam. Berikut ulasan selengkapnya :

1. Masa Berburu untuk Mengumpulkan Makanan

Ciri-ciri kehidupan manusia purba pada zaman ini adalah :

  • Tidak memiliki tempat tinggal
  • Hidup sendiri atau dengan kelompok kecil
  • Mengumpulkan umbi-umbian
  • Menggunakan kapak genggam untuk berburu binatang
  • Berlindung di dalam goa
  • Membuat lukisan berupa cap jari tangan dan babi rusa dalam keadaan terpanah, dengan menggunakan warna hitam, merah, dan putih.

2. Masa Bercocok Tanam

  • Mulai menetap pada suatu tempat dan melakukan kegiatan bercocok tanam
  • Mulai menggunakan pakaian dari kulit hewan dan kulit kayu
  • Membuat rumah dari kayu
  • Jika tanah tidak subur, mereka akan berpindah lagi
  • Membuat alat-alat bercocok tanam, seperti : mata panah, beliung persegi, gerabah, kapak lonjong, dan perhiasan.

3. Masa Mengenal Kepercayaan

  • Melakukan upacara-upacara, sebagai bukti adanya kekuatan yang melebihi diri mereka.
  • Mulai terdapat bangunan besa untuk digunakan melakukan upacara tersebut

4. Masa Perundagian

  • Mulai tinggal di sebuah perkampungan dalam waktu yang lama
  • Memiliki kemampuan mengolah alat logam, seperti cincin
  • Ada sistem barter untuk mendapatkan logam

Tetapi pada kenyataannya, manusia purba bukanlah nenek moyang dari manusia. Manusia berbeda dengan kera, jadi tidak dapat disamakan dengan penemuan para ilmuwan tersebut. Namun, semua itu tetap kami kembalikan kepada keyakinan para pembaca.

Demikian informasi tentang manusia purba yang dapat kami bagikan.  Terimakasih dan semoga bermanfaat.

Loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.