Sifat-sifat cahaya

Cahaya mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:

1. Cahaya dapat menembus benda yang bening

Apa yang di maksud dengan benda bening? benda bening adalah benda yang tembus pandang hampir seluruhnya dapat meneruskan cahayaContoh-contoh benda bening antara lain adalah: gelas, air, kaca dan lain-lain.

Hewan dan tumbuhan yang hidup di dalam air memerlukan cahaya matahari untuk melangsungkan kehidupannya, heawan dan tumbuhan itu mempergunakan cahaya matahari yang bisa menembus air untuk hal itu.

2. Cahaya dapat dipantulkan

Cahaya dapat dipantulkan pada saat cahaya mengenai permukaan sebuah benda, sebenarnya ada dua peristiwa di saat cahaya mengenai permukaan sebuah benda, yaitu:
  • Cahaya diserap oleh benda,
  • Cahaya dipantulkan oleh benda.

Perlu mempelajari : Hukum Snellius tentang:

” Cahaya datang, garis normal, dan cahaya pantul terletak pada satu bidang datar. Sudut datang sama dengan sudut pantul”

3. Cahaya merambat menurut garis lurus 

Gerakan cahaya merupakan gerakan lurus dari unsur cahaya yang terdiri dari partikel-partikel kecil yang bergerak dengan kecepatan 300.000 km/detik.
Sifat-sifat cahaya

Garis cahaya bisa disebut sebagai sinar cahaya. Kumpulan sinar cahaya akan membentuk berkas cahaya.

Bagaimana bayangan bisa muncul pada suatu benda?
Bayangan terjadi karena cahaya merambat lurus di sekeliling benda sehingga daerah yang tidak terkena cahaya akan membentuk suatu bayangan.

4. Cahaya dapat dibiaskan / dibelokkan

Pembiasan cahaya terjadi pada saat cahaya melewati satu medium ke medium yang lain yang mempunyai kerapatan berbeda. Pembelokan cahaya dapat di bagi menjadi berikut:

a. Pembiasan cahaya dari medium renggang ke medium rapat

Perubahan arah cahaya akan mendekati garis normal, contohnya cahaya yang masuk dari udara ke dalam air.

b. Pembiasan cahaya dari medium rapat ke medium renggang

Perubahan arah cahaya akan menjauhi garis normal, contohnya cahaya dari kaca ke udara.

Besar kecilnya pembiasan cahaya pada suatu medium (medium adalah zat yang dilalui cahaya) tergantung pada besar kecilnya kerapatan medium tersebut.

Semakin rapat medium yang dilalui, maka semakin besar pula pembiasan yang terjadi. Contoh sederhana peristiwa pembiasan cahaya disekitar kita antara lain adalah:
  1. Pensil yang dimasukkan ke dalam air, maka pensil akan terlihat bengkok mulai dari titik sentuh air.
  2. Pada dasar kolam yang airnya jernih terlihat dangkal dari kedalaman yang sesungguhnya.
Loading...
loading...

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *