Sifat-sifat operasi hitung matematika

Sifat-sifat pengerjaan hitung campuran pada bilangan cacah / asli.

1. Sfat komulatif penjumlahan (pertukaran)

a + b = b + a

contoh:
3 + 5 = 5 + 3
      8 = 8

2 Sifat asosiatif penjumlahan (pengelompokan)

a +  + c) = (a + b) + c

contoh:
9 + (7 + 8) = (9 + 7) + 8
       9 + 16 = 16 + 8
             25 = 25

3. Sifat komutatif perkalian (pertukaran)

a x b = b x a

contoh:
3 x 7 = 7 x 3
    21 = 21

4. Sifat asosiatif perkalian

a x (b x c) = (a x b) x c

contoh:
6 x (8 x 2) = (6 x 8) x 2
       6 x 16 = 48 x 2
             96 = 96

5. Sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan

a x (b + c) = (a x b) + (a x c)

contoh:
6 x (7 + 2) = (6 x 7) + (6 x 2)
         6 x 9 = 42 + 12
             54 = 54

6. Sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan

a x (b – c) = (a x b) – (a x c)

contoh:
4 x (9 – 3) = (4×9) – (4 x 3)
     36 – 12 = 36 – 12
             24 = 24

Sifat-sifat operasi hitung matematika

7. Sifat distributif pembagian terhadap penjumlahan

(b + c) : a = (b : a) + (c : a)

contoh:
(16 + 8) : 4 = (16 : 4) + (8 : 4)
        24 : 4 = 4 + 2
               6 = 6

8. Sifat distributif pembagian terhadap pngurangan

(b – c) : a = (b : a) – (c : a)

Contoh:
(12 – 4) : 2 = (12 : 2) – (4 : 2)
          8 : 2 = 6 – 2
               4 = 4

9. Sifat bilangan nol

a + 0 = a

Contoh:
8 + 0 = 8

10. Sifat bilangan 1

a x 1 = a

Contoh:
9 x 1 = 9

11. Sifat transitif urutan

Bila a < b dan b < c, maka a < c

Contoh:
5 < 7 dan 7 < 9, maka 5 < 9

12. Sifat penjumlahan untuk urutan

Bila a < b, maka a + b < b + a

Contoh:
5 < 7, maka 2 + 6 < 4 + 6
8 < 10

13. Sifat pengurangan untuk urutan

Bila a < b, maka a – c < b – c

Contoh:
6 < 9, maka 6 – 5 < 8 – 5
1 < 3

14. Sifat perkalian untuk urutan

Bila a < b, dan c 0, maka a x c < b x c

Contoh:
6 < 8, maka 6 x 3 < 8 x 3
18 < 24
Loading...
loading...
4 Comments

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *