Siklus Menstruasi pada wanita

Diposting pada 1.364 views
Menstruasi adalah suatu proses yang tidak terjadinya suatu pembuahan pada wanita yang mengeluarkan endometrium bersamaan dengan darah. Siklus menstruasi wanita pada umumnya 28 hari sekali. 

Namun hal ini berbeda dengan hewan seperti tikus, tikus mengalami estrus 5 hari sekali, gajah beberapa kali dalam setahun sedangkan pada anjing dan beruang satu tahun sekali.

Siklus menstruasi pada wanita ini terdiri atas tiga fase, yaitu fase aliran menstruasi, fase proliferasi dan fase sekresi. Berikut adalah penjelasan dari ketiga fase siklus menstrusi pada wanita;

1. Fase Proliferasi

Fase ini dikendalikan oleh hormon yang bernama estrogen maka disebut juga dengan fase estrogenik. Fase ini dimulai pada hari ke-5 sampai hari ke-14 dari siklus. Setiap bulan setelah haid, hipofisis anterior mensekresikan FSH (Follicle Stimulating Hormone)


Hormon ini berpengaruh terhadap proses pertumbuhan dan pematangan ovum dan folikel Graaf. Selama pertumbuhan folikel menjadi folikel Graaf terjadi suatu proses pembentukan dan pengeluaran hormon estrogen

Estrogen berfungsi untuk membangun endometrium sehingga endometrium rahim menebal hingga 5-7 cm. Selain itu, estrogen juga dapat mempengaruhi kelenjar serviks untuk menghasilkan cairan encer. 
Siklus Menstruasi pada wanita

Kemudian dengan adanya estrogen akan menghambat pengeluaran FSH dan memacu pengeluaran LH yang dikeluarkan oleh lobus anterior hifofisis. Selanjutnya pada tahap terakhir , dengan pecahnya folikel Graaf, ovum terlepas dan terlempar keluar, hal inilah yang disebut ovulasi, kira-kira hari ke-14 dari suatu siklus.

2. Fase Sekresi (Fase Progesteron)

Fase ini terjadi ketika pada hari ke-14 sampai pada hari ke-28 dari siklus. Folikel Graaf yang pecah pada saat ovulasi berubah menjadi korpus rubrum yang mengandung banyak darah. Adanya LH menyebakan korpus rubrum berubah menjadi korpus luteum (badan kuning). 


Korpus luteum mensekresikan hormon progesterone. Selama fase sekresi ini, endometrium terus menebal. Arteri-arteri membesar, dan kelenjar endometrium tumbuh. Perubahan endometrium dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesteron yang disekresikan oleh korpus luteum sesudah ovulasi

Jika tidak terjadi adanya kehamilan, korpus luteum berdegenerasi sehingga progesteron dan estrogen menurun bahkan sampai hilang.

3. Fase Menstruasi

Tahap ini berlangsung selama 4-6 hari dalam satu siklus. Oleh karena hormon estrogen dan progesteron berhenti dikeluarkan, maka endometrium mengalami degenerasi. Darah, mucus, dan sel-sel epitel dikeluarkan sebagai darah haid dari rongga uterus ke vagina. 


Dengan menurun dan hilangnya progesteron dan estrogen, FSH aktif diproduksi lagi dan siklus dimulai kembali. Hal inilah yang akan terus terjadi pada wanita ketika masa menstruasi.

Demikianlah artikel ini semoga membantu dan bermanfaat bagi anda tentang siklus menstruasi pada wanita.

Salam GENUS (Generasi Penerus)

Loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.