Sistem Ekskresi Pada Serangga

Diposting pada 202 views

Alat ekskresi belalang adalah pembuluh malpighi. Pembuluh malpighi yaitu alat pengeluaran yang berfungsi seperti ginjal pada vertebrata. Pembuluh malpighi berupa kumpulan benang halus yang berwarna putih kekuningan dan pangkalnya melekat pada pangkal dinding usus. 


Di samping pembuluh malpighi, serangga juga memiliki sistem trakea untuk mengeluarkan zat sisa hasil oksidasi yang berupa CO2. Sistem trakea ini berfungsi seperti paru-paru pada vertebrata.

Belalang tidak dapat mengekskresikan amonia dan harus memelihara konsentrasi air di dalam tubuhnya. Amonia yang diproduksinya diubah menjadi bahan yang kurang toksik yang disebut asam urat. Asam urat berbentuk kristal yang tidak larut.

Pembuluh malpighi terletak di antara usus tengah dan usus belakang. Darah mengalir lewat pembuluh malpighi. Saat cairan bergerak lewat bagian proksimal pembuluh malpighi, bahan yang mengandung nitrogen diendapkan sebagai asam urat, sedangkan air dan berbagai garam diserap kembali secara osmosis dan transpor aktif.

Asam urat dan sisa air masuk ke usus halus dan sisa air akan diserap lagi. Kristal asam urat dapat diekskresikan lewat anus bersama dengan feses. Sebagian zat sisa yang mengandung nitrogen digunakan untuk membentuk kitin pada eksoskeleton dan dapat diekskresikan pada waktu pengelupasan kulit (molting).

Sistem Ekskresi Pada Serangga
Asam urat yang akan diserap pembuluh malpighi, terus diangkut ke usus di dalam rektum. Air yang berlebihan akan diserap oleh usus, sehingga kotoran serangga berupa butiran-butiran.

Sistem Ekskretori

  •  Fungsi sistem ekskretori adalah pemeliharaan keseimbangan lingkungan dalam (internal). 
  • Karena hemolimf menggenangi jaringan dan organ serangga, maka cairan itu menentukan sebagian besar keadaan lingkungan dalam (internal). 
  • Sistem ekskretori bertanggung jawab terhadap pemeliharaan uniformitas hemolimf.
  • Untuk melaksanakan fungsi ini sistem itu membuang limbah metabolisme dan bahan-bahan yang berlebihan, terutama yang mengandung nitrogen, serta mengatur kendungan garam dan air. 
  • Organ ekskretori yang utama adalah tabung malpighi; jaringan-jaringan lain diperkirakan mempunyai peran bantuan (subsidiary role )

Tabung malpighi

  • Letak organ ini di dalam tubuh serangga telah disebut di depan, yaitu pada saluran makanan di awal proktodeum
  • Penemunya bernama Marcello Malpighi, seorang ilmuwan Itali yang hidup di abad ke-7.
  • Jumlah tabung organ ini beragam tergantung jenis serangganya, antara dua sampai lebih dari 250 dan umumnya berbelit (convoluted); jumlah tabung itu selalu kelipatan dua (berarti berpasangan). 
  • Jenis-jenis Collembola dan kutudaun (Aphididae, Homoptera) tidak mempunyai tabung Malpighi. 
  • Tabung-tabung itu bebas berada di rongga tubuh digenangi oleh hemolimf.

Keseimbangan garam dan air 

  • Keadaan lingkungan yang berbeda memberikan masalah berbeda yang berkaitan dengan garam dan air dalam tubuh serangga.
  • Tergantung dari lingkungannya (basah, air, kering) dan makanannya (banyak mengandung air, kering) pengaturan air tubuh dan garam-garam dapat berbeda. 
  • Pada serangga darat (terjadi kehilangan air tubuh melalui penguapan dari permukaan tubuh dan pembuangan feses, justru serangga harus membuang kelebihan air yang terserap melalui kulitnya dan dari makanannya, sekaligus harus menjaga supaya garam-garam tidak ikut terbuang.
  • Pada sebagian besar serangga pengaturan keseimbangan lingkungan internal, setidak-tidaknya sebagian, dilaksanakan oleh tabung Malpighi dan rektum. 
  • Ada beberapa sistem perputaran (cycling sistem) bahan yang menyangkut tabung Malpighi dan rektum.

Sekianlah penjelasan saya tentang Sistem Ekskresi Pada Serangga, semoga kiranya artikel ini dapat membantu dan bermanfaat dalam menambah wawasan anda tentang serangga.

Salam Genus (Generasi Penerus)

loading...
Baca Juga  Organ Dalam Manusia Beserta Fungsinya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *