Kirim Artikel
Need Backlink From This Web PRchecker.info

Sistem sirkulasi darah pada serangga

Organ sirkulasi darah serangga


Organ sirkulasi pada serangga berupa jantung pembuluh dan pembuluh darah. Pembuluh darah yang utama pada serangga ialah pembuluh darah dorsal (punggung) yang memanjang di sepanjang thorax (dada) dan abdomen (perut). 


Pada bagian abdomen, pembuluh darahnya terbagi menjadi beberapa gelembung. Gelembung – gelembung inilah yang dinamakan dengan jantung pembuluh. Tiap – tiap kamar atau gelembung pada jantung pembuluh ini memiliki sekat yang dinamakan ostia. Sekat ini mencegah darah mengalir balik ke jantung.

Jantung memompa darah untuk dialirkan keseluruh tubuh melalui pembuluh aorta. Berbeda dengan vertebrata, pembuluh aorta pada serangga memiliki ujung yang terbuka, sehingga darah mengalir keseluruh tubuh tanpa melalui pembuluh darah, melainkan beredar bebas didalam rongga tubuh (homocoel) dan langsung berhubungan dengan jaringan tubuh. Sistem seperti ini dinamakan sistem peredaran darah terbuka.

Darah membawa sari – sari makanan dari usus ke seluruh tubuh untuk diedarkan ke sel – sel tubuh dan mengambil sisa metabolisme dari sel – sel tubuh tersebut untuk di buang melalui sistem eksresi. 


Darah yang beredar di rongga tubuh kemudian masuk kejantung pembuluh melalui lubang – lubang halus pada pembuluhnya. Darah kemudian dipompa lagi keseluruh tubuh, begitu seterusnya.

Darah serangga yang lebih dikenal dengan hemolimf memang tidak berwarna merah, karena tidak mengandung hemoglobin tetapi mengandung hemosianin. Fungsi hemoglobin adalah untuk mengikat oksien. 


Dengan demikian sistem peredaran darah pada serangga hanya berfungsi sebagai pengangkut sari – sari makanan, hormon, garam, dan sisa metabolisme saja, sementara oksigen tidak di ikat oleh darah. 
Sistem sirkulasi darah pada serangga

Darah serangga tidak digunakan untuk pengangkutan gas O2 maupun CO2. Pengangkutan gas O2 dan CO2 dilakukan oleh sistem trakea yang bercabang-cabang menuju ke berbagai jaringan. Selain itu, darah juga berfungsi untuk mengatur dan menyesuaikan suhu tubuh dengan suhu lingkungannya.

Hemolimf

  • Hemolimf adalah cairan bening, tidak berwarna atau kunig-pucat atau hijau pucat dan biru karena mengandung pigmen
  • Pada beberapa serangga akuatik pradewasa dan larva lalat parasit dalam (endoparasitik), berwarna merah karena adanya hemoglobin
  • Pada nimfa dan imago hemolimf itu biasanya kurang dari 20% berat badannya. 
  • pH hemolimf adalah 6-7 pada umumnya tetapi ada yang sampai pH 7-7.5. 
  • Hemolimf serangga dicirikan oleh konsentrasi yang tinggi dari fosfat organik dan asam-asam amino
  • Kandungan dan komposisi kimiawi itu bervariasi tergantung dari jenis, umur, keadaan fisiologi, kelamin (seks), makanan dan sebagainya. 
  • Sel-sel hemolimf atau hemosit (haemocytes) ada beberapa tipe (terutama plasmatosit, cystocyt dan sel granular), semuanya mempunyai empat fungsi inti.

Ada 4 macam fungsi dasar, yaitu :

  1. Fagositosis, memakan partikel-partikel dan bahan, misalnya metabolit
  2. Pengkapsulan (encapsulation), membungkus parasit dan bahan asing yang berukuran relatif besar; 
  3. Koagulasi hemolimf; dan 
  4. Penyimpanan dan distribusi nutrisi.
  • Dua tipe sel lain yang terdapat di dalam hemosel : Nefrosit (nephrocytes), yang berfungsi sebagai kelenjar tanpa saluran yang menjaring hemolimf dari bahan-bahan tertentu dan dimetabolisme untuk dimanfaatkan atau dibuang di tempat lain. Yang kedua, oenosit (oenocytes), fungsinya tidak jelas, tetapi kelihatannya berperan dalam sintesis parafin kutikula. 
  • Hemolimf mempunyai berbagai fungsi:

  1. Sebagai pelumas (lubricant): melancarkan gerakan antar organ
  2. Sebagai medium hidraulik: pada proses ganti kulit; pada proses imago lalat keluar dari puparium dengan dorongan ptilinum; penjuluran embelan, misalnya pada proses perentangan sayap waktu imago keluar dari pupa.
  3. Transportasi nutrisi dan bahan limbah: nutrisi diserap oleh darah dari sistem pencernaan dan diantarkan ke jaringan- jaringan yang memerlukan. Limbah metabolisme diangkut dari jaringan-jaringan oleh darah ke organ-organ ekskretori. Selain itu hormon-hormon dibawa oleh darah ke tempat-tempat hormon itu bekerja.
  4. Organ perlindungan:

  • dalam fagositosis, 
  • pengkapsulan (encapsulasi), 
  • detoksifikasi bahan beracun, misalnya insektisida, 
  • hemostasis, yaitu penghentian perdarahan melalui koagulasi dan presipitasi plasma, 
  • penyembuhan luka, 
  • perlindungan non-seluler.

  1. Transfer panas: mentransfer panas dari satu bagian tubuh ke bagian lain. 

Sekianlah penjelasan saya tentang Sistem sirkulasi pada serangga, semoga kiranya artikel ini dapat membantu dan bermanfaat dalam menambah wawasan anda tentang serangga. 

Salam Genus (Generasi Penerus)

    Loading...
    loading...

    Add a Comment

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *