Struktur Penyusun Bumi dan Penjelasan Detailnya

Diposting pada 6.752 views

Struktur Penyusun Bumi ~ Planet Bumi merupakan salah satu planet dalam sistem tata surya di alam semesta. Bumi menjadi bagian dari suatu galaksi yang dijuluki sebagai galaksi bima sakti atau yang disebut pula dengan the milky ways.

Jika dihitung dari jarak planet yang dekat dengan matahari, maka bumi berada di urutan ketiga. Adapun urutan planet yang pertama adalah merkurius diikuti oleh venus dan selanjutnya adalah bumi.

Bumi terdiri dari beberapa lapisan mulai dari kerak bumi, inti bumi serta selimut bumi.

Berikut ini adalah pembahasan detail mengenai struktur pembentuk bumi. Silahkan disimak dan semoga bermanfaat.

Struktur Penyusun Bumi
Struktur Penyusun Bumi

Struktur Penyusun Bumi

1. Kerak bumi

Kerak bumi menjadi lapisan bumi yang paling atas dan memiliki ketebalan rata-rata 10 hingga 50 km. Adapun ketebalan dari kerak bumi, tidaklah sama antar satu dan tempat yang lain.

Kerak bumi yang berada di atas benua, bisa mencapai 20 hingga 50 km sementara di dasar laut, ketebalannya hanya berkisar 10 hingga 12 km saja.

Kerak bumi terdiri dari lapisan dengan materi yang padat dan dibagi menjadi 2 yakni lapisan granitis serta basaltis. Lapisan bumi yang paling luar adalah lapisan granitis dengan batu penyusun berupa batuan granit.

Lapisan granitis memiliki ketebalan 10 hingga 15 km. Setelah lapisan granitis, terdapat lapisan basaltis. Adapun penyusun dari lapisan ini adalah materi basalt dengan sifat basa.

Pembagian kerak bumi menurut Holmes adalah sebagai berikut.

  • Bagian atas dengan ketebalan 15 km dengan berat jenis berkisar 2,7 dan memiliki sifat magma granit.
  • Bagian tengah memiliki ketebalan 25 km dengan sifat magma basal dan berat jenis 3,5.
  • Bagian bawah dengan ketebalan 20 km dengan sifat magma periodit serta eklogit dengan berat jenis 3,5.
Baca Juga  Sifat, Kecepatan dan Jenis Angin

2. Selimut bumi

Lapisan bumi yang paling dalam adalah selimut bumi yang berada di bawah kerak bumi. Lapisan ini memiliki sifat melindungi bagian dalam bumi. Selimut bumi dibagi menjadi 3 bagian yakni bagian litosfer, astenosfer serta mesosfer.

– Litosfer

Litosfer berasal dari bahasa Yunani yakni lithos yang berarti batuan serta sphera yang berarti lapisan. Jika diartikan, maka litosfer adalah lapisan dari kerak bumi yang paling luar dengan batuan penyusun yang memiliki ketebalan rata-rata 1200 km.

Lapisan litosfer juga dinamakan sebagai lapisan silikat karena kaya akan senyawa kimia SIO2. Bagian atas dari litosfer dibagi lagi menjadi tanah, batuan penutup serta batuan dasar. Menurut penelitian, litosfer terdiri atas 92 elemen kimia.

Dari ke 92 unsur tersebut, 46% adalah oksigen dan paduannya. Setelahnya disusul oleh unsur silika dan paduannya dengan jumlah 28%. Elemen pembentuk yang lain adalah alumunium, kalsium, potasium, magnesium serta besi sebesar 24%.

Jika digabung maka elemen tersebut berjumlah 98% dan sisanya adalah elemen-elemen dengan jumlah yang kecil.

– Astenosfer

Astenosfer merupakan lapisan yang berada di bawah litosfer dengan wujud agak kental dan memiliki ketebalan sekitar 100 hingga 400 km. Menurut dugaan para ahli, lapisan ini merupakan tempat sebagai formasi magma atau magma induk.

Dari lapisan ini, sintesa batuan serta mineral dibentuk. Mengingat bentuknya yang tidak padat, maka massa yang berada di atas astenosfer dapat bergerak.

– Mesosfer

Mesosfer memiliki bentuk yang padat dengan ketebalan berkisar antara 2.400 hingga 2750 km dan terletak di bawah astenosfer. Materi penyusun dari lapisan ini kemungkinan berupa periodit.

3. Inti bumi

Inti bumi merupakan lapisan bumi paling dalam. Inti bumi dibedakan menjadi 2 bagian yakni inti luar atau inti dalam.

Baca Juga  Australia, Si Negeri Kangguru

– Inti luar

Inti luar adalah inti bumi yang berada di bagian luar dengan bentuk cair. Hal ini dikarenakan, lapisan ini tidak dilalui oleh gelombang sekunder. Inti luar bumi memiliki ketebalan 2.160 km.

– Inti dalam

Inti dalam adalah inti bumi yang terdapat pada bagian dalam yang tersusun atas materi berupa besi dan nikel. Adapun ketebalan dari inti dalam bumi adalah berkisar 1320 km.

Di kedalaman sekitar 5.145 km, seismograf umumnya menunjukkan kecepatan gelombang primer yang berperan sebagai petunjuk batas antara bagian inti luar serta inti dalam bumi.

Pembentuk lapisan pada bumi memiliki peran masing-masing sehingga tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lain.

Struktur Penyusun Bumi

Loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.