Sumber tenaga Endogen Vulkanisme

Diposting pada 709 views

Pengertian proses alam Endogen

Proses alam endogen adalah proses alam yang disebabkan oleh tenaga endogen, tenaga endogen dalam proses terbentuknya bumi adalah bersifat membangun atau membentuk permukaan bumi baru.

Sumber tenaga endogen Vulkanisme

Vulkanisme adalah semua gejala yang berhubungan dengan terjadinya aktivitas magma di dalam litosfer yang keluar hingga permukaan bumi.

Proses keluarnya magma kepermukaan bumi di sebut erupsi (letusan gunung api), letusan gunung api bisa berupa lelehan (efusif) melalui rekahan pada lapisan batuan, juga melalui ledakan (eksplosif) melalui lubang gunung di puncak gunung.

Sumber tenaga  Endogen Vulkanisme

Eflata adalah bahan-bahan yang dilepaskan sewaktu gunung api meletus, eflata dapat berupa bongkahan batu besar (bom), lapili (kerikil), pasir dan abu vulkanik.

Magma berasal dari inti bumi yang berpijar dan memiliki suhu sangat tinggi (panas) yang mengalir melalui kulit bumi (litosfer) ke permukaan bumi. Magma yang keluar ke permukaan bumi di sebut Lava.

Instrusi magma adalah magma yang menerobos melalui rekahan lapisan batuan tetapi tidak sampai ke permukaan bumi, yang jika membeku akan membentuk batuan intrusif.

Macam-macam batuan intrusif

1. Batholit, yaitu batuan intrusif yang terbentuk dari magma yang membeku di dapur magma,
2. Lakolit, yaitu batuan intrusif yang bentuknya cembung,
3. Sill, yaitu batuan intrusif yang pipih dan tipis,
4. Dikes,  yaitu batuan intrusif yang bentuknya memanjang dan memotong lapisan batuan yang lain,
5. Korok atau gang, yaitu batuan intrusif yang merupakan cabang dari batuan dkes.

Magma yang keluar melalui kepundan gunung akan menyebabkan letusan yang di sebut eksplosif atau ledakan.

Berdasar proses letusan , Gunung api di bedakan menjadi:

1. Gunung api Maar.
Yaitu gunung api yang terbentuk akibat letusan atau ledakan yang sangat kuat dan hanya satu kali. bahan yang keluar berupa eflata yaitu bahan lepas seperti: bom, lapili,pasir,dan abu vulkanik.

Kawah gunung api Maar berbentuktidak lancip dan terdapat danau kecil dipuncaknya, Contoh gunung api Maar di dunia antara lain:
a. Gunung Lamongan,
b. Gunung Monte Nuovo,
c. Gunung Penacate.

2. Gunung api Kerucut (Starto)
Adalah gunung api yang memiliki bentuk kerucut, terjadi akibat letusan eksplosif secara berulang-ulang dan bergantian. Sebagian besar gunung api di Indonesia adalah gunung api strato.

Bahan yang dikeluarkan berlapis-lapis sehingga disebut lava gunung api strato. Contoh gunung api kerucut antara lain:
a. Gunung Semeru,
b. Gunung Merapi,
c. Gunung Agung.

3. Gunung api perisai (tameng)
Adalah gunung api yang berbentuk akibat letusan atau erupsi efusif berupa lelehan lava yang sangat luas. Gunung jenis ini sangat landai bahkan hampir datar .

Contoh gunung api perisai adalah gunung di kepulauan Hawai.

Ketiga tipe gunung api diatas memiliki ciri -ciri jika masih mengeluarkan asap berarti gunung api tersebut masih aktif dan jika tidak lagi mengeluarkan asap berarti sudah tidak aktif lagi.
[post_ads]

Berdasarkan aktifitas gunung api dapat dibagi manjadi:

1. Gunung api aktif.
Yaitu gunung api yang masih bekerja dan kawahnya selalu mengeluarkan asap.
2. Gunung api mati.
Yaitu gunung api yang sudah lama sekali sudah tidak meletus.
3. Gunung api istirahat.
Yaitu gunung api yang sewaktu-waktu meletus dan kemudian istirahat kembali.

Gunung api aktif sering terjadi letusan dalam skala besar dan kecil, aktifitas setiap gunung api berbeda-beda.

Faktor yang mempengaruhi kuat dan lemahnya gunung api adalah:

1. Sifat magma
Sifat magma yang cair akan mengakibatkan ledakan yang lemah , namun magma yang bersifat kental atau padat akan menyebabkan kuatnya ledakan.

2. Luas sumber atau dapur magma
Semakin luas dapur magma maka semakin kuat ledakan gunung api dan sebaliknya.
3. Kedalaman dapur magma
Semakin dalam posisi dapur magma maka akan semakin kuat ledakan karena tekanan yang terjadi akan semakin kuat.

4. Tekanan gas
Semakin besar tekanan gas saat terjadi ledakan akan semaki kuat pula ledakannya dan sebaliknya.

Gejala vulkanik adalah gejala yang muncul dari gunung berapi yang terjadi sebelum terjadi letusan.

Gejala pravulkanik adalah gejala alam yang terjadi sebelum gunung api meletus.

Sumber tenaga  Endogen Vulkanisme

Macam-macam gejala pravulkanik antara lain adalah:

1. Suhu di sekitar gunung tiba-tiba naik,
2. Terjadi gempa kecil atau gempa vulkanik,
3. Banyak tumbuhan layu bahkan kering,
4. Peningkatan bau belerang.

Macam-macam gejala pascavulkanik:

1. Mengeluarkan uap air yang disebut fumarol,
2. Mengeluarkan gas belerang yang disebut solftar,
3. Mengeluarkan gas karbondioksida yang di sebut mofet,
4. Mengeluarkan semburan air panas (geyser),
5. Mengeluarkan mata air panas (mata air makdani).

Dampak positif letusan gunung api

1. Terangkatnya material dari dalam tanah seperti pasir batu dan lain-lain,
2. Munculnya sumber air panas yang sangat baik untuk pengobatan penyakit kulit,
3. Munculnya gas belerang yang bermanfaat bagi manusia.

Dampak negatif dari letusan gunung api

1. Merusak berbagai tanaman dan hewan piaraan,
2. Menghancurkan rumah-rumah penduduk,
3. Menimbulkan korban jiwa,
4. Menyebabkan kabut tebal yang mengganggu penerbangan,
5. Menyebabkan kerusakan berbagai habitat makhluk hidup.

Loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.