Tentang sejarah, macam dan mitos alat musik Angklung Sunda

Diposting pada 363 views

Tentang alat musik angklung

Mungkin anda telah mengenal Saung Angklung Udjo di daerah Bandung Timur, Jawa Barat. Di sana diketahui adanya kesenian angklung yang dijaga turun-temurun. Angklung merupakan suatu alat musik tradisional Indonesia yang berasal dari tanah Sunda

Angklung ini terbuat dari bambu yang dibunyikan dengan cara digoyangkan. Bunyi ini disebabkan oleh benturan badan pipa bambu sehingga menghasilkan suatu bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun dalam ukuran yang kecil. Nada atau laras alat musik angklung sebagai musik tradisi Sunda kebanyakan adalah salendro dan pelog.
Tentang sejarah, macam dan mitos alat musik Angklung Sunda

Sejarah alat musik angklung

Angklung merupakan suatu alat musik yang berasal dari Jawa Barat. Salah satu angklung yang masih hidup sejak lebih dari 400 tahun lampau adalah angklung Gubrag di Jasinga, Bogor. Kehadirannya berawal dari ritus padi. 

Angklung diciptakan dan dimainkan untuk memikat Dewi Sri turun ke Bumi agar tanaman padi rakyat tumbuh subur. Angklung dikenal oleh masyarakat sunda sejak masa kerajaan Sunda, diantaranya sebagai penggugah semangat dalam pertempuran. 

Fungsi musik angklung

Fungsi angklung yaitu sebagai pemompa semangat rakyat masih terus terasa sampai pada masa penjajahan. Oleh karena itu, pemerintah Hindia Belanda sempat melarang masyarakat menggunakan angklung. Pelarangan itu sempat membuat popularitas angklung menurun dan hanya di mainkan oleh anak-anak saja.

Mitos alat musik angklung

Dari sumber yang di dapat bahwa asal usul terciptanya musik bambu, seperti angklung berdasarkan pandangan hidup masyarakat Sunda yang agraris dengan sumber kehidupan dari padi (pari) sebagai makanan pokoknya. Hal tersebut menghasilkan suatu mitos kepercayaan terhadap Nyai Sri Pohaci sebagai lambang Dewi Padi pemberi kehidupan (hirup-hurip). 

Sepanjang perjalanan masyarakat Sunda dalam mengolah pertanian (tatanen) terutama sawah dan huma telah melahirkan penciptaan syair dan lagu sebagai penghormatan dan persembahan terhadap Nyai Sri Pohaci, serta dalam upaya nyinglar (tolak bala) agar cocok tanam mereka tidak mengundang malapetaka, baik gangguan hama maupun bencana alam lainnya.

Begitu pula pada saat pesta panen dan seren taun, diketahui bahwa diadakannya pula persembahan permainan angklung. Teruma pada saat penyajian angklung yang memiliki keterikatan dengan upacara padi. 

Dan kesenian ini juga menjadi sebuah hiburan pertunjukkan yang sifatnya arak-arakan atau helaran, bahkan disebagian tempat menjadi iring-iringan Rengkong dan Dongdang serta Jampana (usungan pangan) dan sebagainya. 

Dengan hal tersebut perkembangan angklung menyebar hingga ke seluruh Jawa, lalu ke Kalimantan dan Sumatera. Bahkan angklung ini hingga tersebar dan terkenal ke seluruh dunia khususnya daratan Eropa maupun Asia.

Macam alat musik angklung

Musik angklung ada banyak jenis, pembagian ini sesuai dengan ciri dan daerah perkembangannya.

  1. Angklun Tradisional Kanekes
  2. Angklung Tradisional Dogdog Lojor
  3. Angklung Tradisional Gubrag
  4. Angklung Tradisional Badeng
  5. Angklung Tradisional Buncis
  6. Angklung Modern Padaeng
Tentang sejarah, macam dan mitos alat musik Angklung Sunda


Demikianlah artikel ini dibuat semoga dapat membantu dan bermanfaat untuk menambah wawasan anda tentang alat musik angklung dari Sunda.


Salam GENUS (Generasi Penerus)

Loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.