9 Unsur Interpretasi Citra Dalam Ilmu Geografi

Diposting pada 6.313 views

Unsur Interpretasi Citra

Dalam pelajaran geografi, kita dikenalkan dengan penginderaan jauh serta interpretasi citra. Interpretasi citra merupakan suatu kegiatan menafsirkan citra atau foto untuk kemudian menilai penting tidaknya objek tersebut.

Tujuan dari interpretasi citra adalah untuk mengenali objek yang terekam dalam citra dengan tahapan interpretasi yang terdiri dari deteksi, identifikasi serta analisis.

Interpretasi citra bisa dilakukan dengan bantuan alat stereoskop yang memiliki fungsi untuk memunculkan gambar 3 dimensi dari dua lembar citra yang diletakkan dengan cara bertampalan. Hasil interpretasi citra ini akan memberikan banyak manfaat baik itu di bidang geografi untuk analisis wilayah ataupun lingkungan.

Interpretasi Citra
Interpretasi Citra

Supaya bisa menyadap informasi yang ada pada suatu citra, pastinya seseorang yang akan melakukan interpretasi citra harus paham terlebih dahulu mengenai unsur-unsur interpretasi citra. Di bawah ini merupakan unsur-unsur dalam interpretasi citra.

1. Rona

Rona ini merupakan unsur dasar dalam interpretasi citra. Rona merupakan tingkat kecerahan suatu objek dengan tingkatan mulai dari hitam hingga putih atau sebaliknya. Contohnya adalah perairan yang dangkal seperti bibir pantai memiliki rona yang cerah.

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi rona antara lain karakteristik obyek itu sendiri, cuaca saat perekaman, posisi obyek serta waktu perekaman dan warna obyek di lapangan.

2. Bentuk

Bentuk merupakan ciri objek yang dapat dengan jelas telihat sehingga mudah untuk mengenali objek berdasarkan bentuk objek, misalnya adalah lapangan sepak bola yang terlihat berbentuk elips atau rumah yang rata-rata memiliki bentuk persegi panjang. Berkaitan dengan bentuk, terdapat dua istilah bentuk yaitu bentuk umum atau luar (shape) dan bentuk rinci (form).

Bentuk umum merupakan bentuk obyek secara umum, sehingga untuk menafsirkan obyek yang ada pada citra hanya dengan melihat ciri khas yang ada pada obyek secara umum pula. Misalnya adalah gunung berapi memiliki bentuk kerucut.

Baca Juga  Mengenal Tokoh Empat Serangkai

Sedangkan bentuk rinci adalah bentuk yang lebih memperinci bentuk umum. Contohnya adalah gunung api dengan tipe strato yang tidak mutlak berbentuk kerucut, tetapi masih ada bentuk lain seperti adanya aliran sungai di lereng gunung serta adanya pataham sehingga membentuk igir kecil, lembah serta jurang.

3. Ukuran

Ukuran ini berkaitan dengan skala citra, bisa berupa luas, panjang, tinggi atau volume. Ukuran juga merupakan faktor pengenal objek yang dapat digunakan untuk membedakan obyek yang sejenis yang ada pada citra. Misalnya ukuran lapangan sepak bola memiliki ukuran yang lebih luas dibandingkan dengan lapangan tenis.

4. Tekstur

Tekstur dalam interpretasi citra dinyatakan berdasarkan tingkatan kasar atau halus atau sedang suatu obyek. Tekstur merupakan pengulangan rona pada suatu kelompok obyek. Misalnya perairan memiliki tekstur yang halus sedangkan pepohonan memiliki tekstur yang kasar.

Contoh lainnya adalah tanaman padi memiliki tektur yang halus dan lahan yang tengah ditanami tebu memiliki tekstur yang sedang

5. Pola

Pola merupakan tingkat kecenderungan bentuk suatu objek dan bisa menjadi pertanda akan adanya objek lain baik itu hasil dari bentukan manusia (buatan) ataupun alami. Contoh, kita kenal dengan beberapa pola aliran sungai, salah satunya adalah pola aliran sungai trellis, ini bisa menunjukkan bahwa di lokasi tersebut terdapat lipatan.

Contoh lainnya adalah pola pemukiman yang berkelompok yang mengindikasikan adanya mata air atau pola pemukiman menyebar yang ada di daerah karst atau pola pemukiman memanjang yang ada di di dekat jalan atau pantai.

6. Bayangan

Bayangan memiliki sifat menyembunyikan kedetailan suatu objek yang berada di area yang gelap. Namun begitu, bayangan ini juga merupakan kunci penting dalam pengenalan obyek. Misalnya adalah lereng yang terjal akan terlihat lebih jelas dengan adanya bayangan.

Baca Juga  Perkembangbiakan pada Makhluk Hidup

7. Situs

Situs ini merupakan posisi suatu obyek terhadap obyek yang lain yang ada di sekitarnya. Misalnya adalah pemukiman yang memiliki pola linier dengan mengikuti panjang jalan atau pantai dan sekolah yang berada di dekat lapangan sepak bola.

8. Asosiasi

Asosiasi merupakan keterkaitan antara obyek yang satu dengan obyek yang lainnya. Contoh dari asosiasi ini adalah keberadaan stasiun kereta api yang berasosiasi dengan rel kereta api.

9. Konvergensi Bukti

Konvergensi bukti ini adalah menggunakan beberapa unsur interpretasi citra sehingga bisa mempersempit ruang lingkup yang mengarahkan pada kesimpulan obyek tertentu. Misalnya ada obyek yang berbentuk kotak dengan tekstur halus dan bentuknya teratur, bisa mengindikasikan bahwa objek tersebut adalah sawah

Demikian artikel yang mengulas tentang 9 unsur interpretasi citra, semoga bisa bermanfaat untuk pembaca.

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *