Virus Zika, Memahami cara Penyebaran dan Pengendalian

Diposting pada 49 views

Tentang Virus Zika

Ramai diperbincangan tentang penyebaran Virus Zika di Singapura akhir-akhir ini, sehingga Pemerintah Indonesia (Kementerian Kesehatan) menyarankan agar ibu hamil tidak mengunjungi Singapura dalam waktu dekat.

Apa sebenarnya Virus Zika itu?

Fakta-fakta mengenai Virus Zika:

  • Virus Zika menyebar melalui nyamuk Aedes.
  • Gejala pada korban yang terjangkit Virus Zika antara lain: demam ringan, ruam kulit, konjungtivitas, otot dan sendi nyeri, sakit kepala. Gejala tersebut berlangsung selama 2 hingga 7 hari.
  • Virus Zika adalah penyebab micrcephaly dan sindrom Guillain-Barre, sementara hubungan dengan neurologis masih dalam penelitian.

Virus Zika pertama kali diidentifikasi pada tahun 1947 menjangkiti seekor monyet melalui flavirius nyamuk, yang disebut sebagai yellow fever (demam kuning) di Uganda, Afrika.

Pada tahun 1952, teridentifikasi telah mulai menjangkiti manusia, hal ini ditemukan pada beberapa negara Afrika seperti Uganda dan Republik Tanzania.

Dari tahun 1960-an hingga tahun 1980-an, infeksi dari virus ini mulai menyebar ke Asia. Wabah virus Zika terbesar terjadi di Pulau Yap (Negara Federasi Mikronesia) sekitar tahun 1970.

Virus Zika

Tanda-tanda terjangkit Virus Zika

Masa inkubasi (atau waktu menunjukkan gejala terjangkit) virus Zika belum jelas membutuhkan berapa lama, perkiraan para ahli adalah antara 2 hingga 7 hari.

Gejala yang timbul adalah munculnya demam, seperti gejala yang terjadi pada infeksi arbovirus lainnya, ruam pada kulit, konjungtivitas, nyeri pada otot dan sendi, sakit kepala.

Cara Penularan Virus Zika

Virus Zika ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes, terutama jenis Aedes Aegypti yang merupakan nyamuk daerah tropis. Aedes Aegypti menggigit pada siang hari, memuncak pada pagi dan sore / malam.

Nyamuk Aedes sama dengan yang menyebarkan virus Chikungunya dan demam kuning.

Cara Pengobatan Korban Terjangkit Virus Zika

Penyakit yang muncul karena terjangkit virus zika tidak memerlukan pengobatan khusus, korban perlu beristirahat, minum cukup cairan dan mengobati rasa sakit serta demam dengan obat-obat umum. Kecuali jika keadaan semakin memburuk, maka perlu penanganan medis yang lebih.

Baca Juga  Tahukah anda, siapa pebulutangkis Jonatan Christie itu???

Cara Pencegahan Terjangkit Virus Zika

  1. Perlindungan terhadap gigitan nyamuk penyebar, cara sederhana adalah menggunakan pakaian berwarna terang yang menutupi sebagian besar bagian tubuh, menggunakan penghalang fisik seperti kawat nyamuk, kelambu dan menggunakan obat pengusir nyamuk.
  2. Membersihkan tempat-tempat yang memungkinkan terjadinya perkembangbiakan nyamuk seperti ember-ember bekas, drum, pot bunga, selokan, got dan ban bekas.
  3. Perlindungan transmisi / penularan melalui hubungan seksual. Untuk mengurangi resiko penularan melalui hubungan seksual yang berpotensi terjadinya komplikasi kehamilan terkait dengan infeksi virus zika. Harus menggunakan metode aman, seperti pemakaian kondom atau menjauhkan diri dari seks selama kehamilan.

Pengendalian Virus Zika

  1. Mendefinisikan dan memprioritaskan penelitian penyakit virus zika oleh para ahli medis.
  2. Meningkatkan pengawasan virus zika beserta komplikasi potensialnya.
  3. Memperkuat kapasitas dalam komunikasi resiko yang melibatkan masyarakat agar lebih memahami resiko dari virus zika.
  4. Memperkuat kapasitas laboratorium untuk mendeteksi virus.
  5. Otoritas kesehatan dukungan untuk menerapkan strategi pengendalian vektor bertujuan untuk mengurangi populasi nyamuk Aedes.
  6. Mempersiapkan rekomendasi untuk perawatan klinis dan tindak lanjut dari orang-orang dengan komplikasi yang berkaitan dengan infeksi virus Zika, bekerja sama dengan para ahli dan lembaga kesehatan lainnya.
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *